oleh

Tampil di Kuliah Umum, Danny Rangsang Semangat Belajar Mahasiswa

SOPPENG, Terasnews.id – Dewasa ini, mahasiswa bukan hanya membaca ilmu pengetahuan semata, namun perlu “men-scan” agar pengetahuan terhadap sesuatu dapat lebih kuat dibanding hanya membacanya.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat memenuhi undangan memberikan kuliah umum di Universitas Lamappapoleonro Soppeng.

Saat memberikan edukasi kepemimpinan atau leadership kepada para mahasiswa, Danny panggilan akrab Wali Kota Makassar juga menyampaikan jika menjadi pemimpin maka harus bisa melihat sudut pandang yang lebih luas dari apa yang dilihat dari mata sendiri.

Dalam pandangannya, berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an seorang pemimpin kata dia, harus melihat bukti-bukti kebesaran Allah dan tanda-tanda kebesaran Allah.

Makanya seorang pemuda harus banyak belajar dari sejarah, karena tidak mungkin membaca masa depan tanpa belajar sejarah.

“Sesungguhnya diri kita ialah pemimpin atas diri sendiri. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Makanya memimpin harus dimulai dari diri sendiri dulu. Jangan jadi orang malas yang tidak bisa memimpin dirinya,” kata Danny kepada para mahasiswa di sela-sela kuliah umum.

Mereka yang malas, ujar Danny tak mampu mengendalikan dirinya sendiri. Apalagi manusia memiliki tiga hal yang kompleks yakni raga, jiwa, dan ruh.

Dia juga menekankan bahwa untuk memimpin harus punya visi jauh ke depan, menembus ruang dan waktu. Misalkan, program prioritas Pemkot Makassar seperti awalnya Lorong Garden terus dikembangkan hingga kini menjadi Lorong Wisata (Longwis).

Bukan hanya itu, program Makassar Metaverse dengan kendaraan listriknya Co’mo juga merupakan pemikiran visioner. Pasalnya, Makassar Metaverse menggunakan banyak fitur dan komponen digital terupdate.

Dia juga memberi contoh, bahwa kepemimpinan harus didesain, dirancang. Pun, pemuda-pemudi dan mahasiswa Soppeng perlu membentuk pikirannya menjadi pikiran yang positif dan networking yang luas.

“Kita butuh orang lain, setidaknya empat orang sebagaimana Nabi memiliki empat sahabat. Jadi bekerja selalu bersama karena manusia merupakan makhluk sosial. Makanya silaturahmi itu memperpanjang umur. Baik-baik sama orang, positif thinking,” jelasnya.

Selanjutnya ialah doa orangtua.

“Banyak orang berhasil karena taat kepada orangtua. Jadi kalau masih ada orangtua ta maka di situ rezeki ta,” imbuhnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *