Internasional

Stok Rudal AS Habis Usai Operasi Militer Lawan Iran, Pentagon Belum Dapat Dana Pengganti

15
×

Stok Rudal AS Habis Usai Operasi Militer Lawan Iran, Pentagon Belum Dapat Dana Pengganti

Sebarkan artikel ini

Teras News — Nol — itulah sisa sejumlah amunisi penting milik militer Amerika Serikat setelah dihabiskan dalam operasi gabungan AS-Israel melawan Iran. Kini Pentagon masih berjuang mendapatkan dana untuk mengisi kembali stok rudal yang terkuras itu, tanpa kepastian kapan proses pemulihan tersebut bisa rampung.

The New York Times melaporkan kondisi ini dengan mengutip pejabat AS. Menurut laporan itu, Pentagon belum berhasil mengamankan anggaran yang diperlukan untuk mempercepat pengadaan kembali amunisi yang sudah habis digunakan selama operasi militer tersebut.

Operasi Militer Kuras Gudang Senjata AS

Operasi gabungan AS-Israel melawan Iran menguras persediaan amunisi penting dalam jumlah yang signifikan. Ini bukan kali pertama stok senjata AS terkuras akibat konflik berskala besar — situasi serupa pernah terjadi saat AS memasok amunisi besar-besaran ke Ukraina sejak 2022, yang membuat Pentagon harus berlomba mengisi ulang gudang senjatanya.

Kekurangan stok amunisi seperti ini berdampak langsung pada kesiapan tempur militer AS. Tanpa stok yang memadai, kemampuan pasukan Amerika untuk merespons konflik baru atau memenuhi komitmen pertahanan di berbagai penjuru dunia bisa terganggu.

Dana Belum Tersedia, Waktu Terus Berjalan

Pengisian kembali stok rudal bukan perkara cepat. Proses produksi amunisi militer skala besar membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, tergantung kompleksitas sistemnya. Tanpa dana yang segera cair, jeda antara kondisi stok kosong dan pemulihan penuh bisa semakin panjang.

Pentagon menghadapi tekanan ganda: di satu sisi harus segera mengisi kekosongan stok, di sisi lain harus melewati proses anggaran yang membutuhkan persetujuan dari Kongres AS. Proses legislatif itu tidak selalu berjalan mulus atau cepat.

Pejabat AS yang dikutip The New York Times belum merinci berapa total anggaran yang dibutuhkan maupun jenis rudal spesifik yang stoknya paling kritis. Keaslian klaim lebih detail di luar laporan resmi ini belum diverifikasi secara independen.

Dilansir dari laporan The New York Times via Sindonews.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Ratna Dewi