Teras News — Laporan sejumlah media Amerika Serikat soal kemungkinan perundingan Iran-AS di Islamabad langsung dibantah Teheran. Iran menyebut laporan itu menyesatkan, bahkan menggunakan kata “sangat konyol” untuk menggambarkannya.
Kantor Berita Tasnim melaporkan pada Jumat (25/4/2026) bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi akan melakukan perjalanan resmi ke tiga negara: Pakistan, Oman, dan Rusia. Tur regional itu digambarkan pihak Iran sebagai kunjungan diplomatik biasa, bukan ajang negosiasi dengan Washington seperti yang ramai diberitakan media AS.
Iran Sebut Laporan Media AS Sebagai Gelombang Berita Menyesatkan
Teheran secara tegas menolak narasi yang beredar di media-media Amerika. Pihak Iran menyebut munculnya laporan itu sebagai “gelombang berita menyesatkan” yang sengaja dikaitkan dengan agenda negosiasi yang, menurut mereka, tidak ada dalam agenda perjalanan Araghchi.
Baca Juga:
Kunjungan ke Pakistan, Oman, dan Rusia memang merupakan rute diplomatik yang lazim bagi pejabat senior Iran. Oman kerap menjadi jalur komunikasi tidak langsung antara Teheran dan Washington dalam beberapa tahun terakhir, namun Iran menegaskan kunjungan kali ini tidak memiliki dimensi itu.
Ketegangan Narasi di Tengah Tekanan Diplomatik
Bantahan keras Iran muncul di tengah situasi diplomatik yang terus memanas antara kedua negara. Perang informasi soal apakah kedua pihak sedang atau akan berunding kerap mewarnai hubungan Teheran-Washington, yang selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik langsung.
Keaslian klaim dari masing-masing pihak, termasuk laporan media AS yang dibantah Iran, belum diverifikasi secara independen.
Dilansir dari laporan Sindonews.
Editor: Arif Budiman