Internasional

486 Bos Geng MS-13 Diadili di El Salvador atas 47.000 Kejahatan, Sidang Digelar Virtual dari Penjara Super Ketat

13
×

486 Bos Geng MS-13 Diadili di El Salvador atas 47.000 Kejahatan, Sidang Digelar Virtual dari Penjara Super Ketat

Sebarkan artikel ini

Teras News — Lebih dari 47.000 kejahatan dalam satu sidang massal. Itulah skala perkara yang kini sedang diproses pengadilan El Salvador terhadap 486 terduga pemimpin geng Mara Salvatrucha, atau yang lebih dikenal sebagai MS-13, salah satu jaringan kriminal paling ditakuti di Amerika Latin.

Persidangan virtual itu dimulai Kamis (24/4/2026). Ratusan terdakwa mengikuti proses hukum dari balik layar televisi di dalam penjara CECOT (Centro de Confinamiento del Terrorismo), fasilitas penahanan berkeamanan maksimum yang dibangun pemerintah El Salvador pada 2023. Selama sidang berlangsung, para terdakwa terlihat diborgol dan dirantai di pergelangan kaki.

Dakwaan Berlapis: Dari Pembunuhan hingga Upaya Membangun “Negara Paralel”

Jaksa mendakwa para terdakwa dengan serangkaian tuduhan berat. Pembunuhan, femicide (pembunuhan terhadap perempuan karena jenis kelaminnya), pemerasan, perdagangan senjata, penghilangan paksa, hingga pemberontakan semuanya masuk dalam surat dakwaan. Yang paling menonjol adalah tuduhan bahwa MS-13 berupaya membangun apa yang jaksa sebut sebagai “negara paralel” melalui penguasaan wilayah secara sistematis.

Kejahatan-kejahatan itu disebut terjadi dalam rentang satu dekade, dari 2012 hingga 2022.

CECOT: Penjara Simbol Kebijakan Antigang Bukele

Sebagian besar dari 486 terdakwa ditahan di CECOT. Sisanya tersebar di empat penjara lain. Fasilitas CECOT sendiri dibangun pada 2023 atas perintah Presiden Nayib Bukele sebagai bagian dari kebijakan keras pemerintah El Salvador terhadap geng-geng kriminal.

Direktur CECOT, Belarmino Garcia, menyebut para terdakwa sebagai tokoh paling berbahaya dalam jaringan kriminal tersebut. “Fasilitas ini dirancang dengan sistem keamanan tinggi untuk menahan pelaku kejahatan berat,” katanya.

Kelompok HAM Soroti Kondisi di CECOT

Tidak semua pihak memandang proses ini sebagai pencapaian. Sejumlah kelompok hak asasi manusia mengkritik kondisi di dalam CECOT. Mereka mendokumentasikan dugaan penyiksaan, pengawasan terus-menerus terhadap tahanan, serta pembatasan kontak dengan dunia luar, termasuk akses ke penasihat hukum. Kondisi itu, menurut mereka, tidak memenuhi standar kemanusiaan.

Kritik tersebut muncul di tengah persidangan yang secara skala belum pernah terjadi sebelumnya di El Salvador.

Dilansir dari laporan CNBC Indonesia.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma