Berita

Anindya Bakrie Ungkap Alasan Perusahaan Pilih Pekerja Magang: dari OPEX hingga Adaptasi AI

8
×

Anindya Bakrie Ungkap Alasan Perusahaan Pilih Pekerja Magang: dari OPEX hingga Adaptasi AI

Sebarkan artikel ini

Teras News — Lowongan karyawan tetap kian langka di papan rekrutmen, sementara posisi magang justru terus bertambah. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyebut ada dua faktor utama yang mendorong tren ini: tekanan biaya operasional dan kebutuhan perusahaan akan talenta yang lebih adaptif terhadap teknologi baru.

Anindya berbicara soal tren pekerja magang ini dalam konferensi pers di kantor Kadin, Jakarta, Jumat (25/4/2026). Ia mengatakan situasi ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi keuangan perusahaan yang tengah dalam tekanan.

“Alasannya tentu jelas OPEX, Operation Expenditure,” kata Anindya.

Perusahaan Cari Talenta Muda yang Tanggap Digitalisasi dan AI

Bagi banyak perusahaan, pekerja magang bukan sekadar solusi hemat biaya. Anindya menyebut ada kebutuhan nyata akan penyegaran talenta, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara kerja berbagai sektor.

“Tapi lebih dari itu adalah penyegaran daripada talenta. Karena sebaik-baiknya talenta yang berpengalaman, senior, tentu nilai tangkap sama nilai inovasi untuk suatu teknologi, misalnya digitalisasi atau AI itu berbeda,” terang dia.

Dengan kata lain, perusahaan tidak semata mengejar efisiensi pengeluaran, tapi juga ingin mengisi kekosongan kapasitas inovasi yang kadang sulit dipenuhi oleh karyawan senior.

Skema Magang Dinilai Menguntungkan Dua Pihak

Anindya juga melihat skema magang sebagai jalan tengah yang menguntungkan pencari kerja sekaligus perusahaan. Kelompok yang paling rentan, menurutnya, adalah lulusan baru yang belum terserap pasar kerja.

“Saya rasa bagus sekali, karena yang paling rentan adalah bagaimana kalau misalnya yang sudah lulus sekolah itu tidak mendapatkan pekerjaan. Sehingga kalau misalnya ada magang dulu baru kerja, kita juga saling mengertilah apa yang diinginkan oleh pencari kerja, dan yang diinginkan oleh perusahaan,” jelasnya.

Lewat masa magang, perusahaan bisa menilai calon karyawan secara langsung sebelum membuat komitmen jangka panjang. Pencari kerja pun mendapat waktu untuk membuktikan kemampuan mereka.

Kadin Minta Dunia Usaha Jaga Arus Kas di Tengah Transformasi

Di luar soal magang, Anindya mengingatkan pelaku usaha untuk tetap menjaga kondisi keuangan sembari menjalankan transformasi bisnis. Ia memakai analogi kondisi keuangan nasional untuk menggambarkan situasi yang dihadapi perusahaan saat ini.

“Ini bisa dibilang bahwa balance sheet Indonesia, baik income statement dalam tekanan cash flow yang mesti dijaga,” ujarnya.

Anindya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas Program Magang Nasional yang dinilai membantu dua sisi sekaligus: dunia usaha yang butuh talenta fleksibel, dan pencari kerja yang butuh pintu masuk ke dunia kerja.

“Terima kasih juga untuk pemerintah yang mendorong untuk Program Magang Nasional. Itu sangat berguna,” pungkasnya.

Dilansir dari laporan CNBC Indonesia.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Ratna Dewi