Teras News — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, meninjau fasilitas katering jemaah haji milik PT Halalan Thayyiban di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (23/4). Kunjungan itu difokuskan pada penilaian kualitas makanan, standar kebersihan, dan inovasi teknologi pangan yang disediakan untuk jemaah Indonesia.
“Sekarang sudah ada rasa Indonesia yang benar-benar terasa. Ini penting untuk kenyamanan jemaah,” kata Abdul Wachid dalam kunjungan tersebut.
Makanan Tahan Dua Tahun Tanpa Pengawet Jadi Sorotan
Abdul Wachid mengapresiasi penyediaan menu bercita rasa khas Nusantara yang dinilai berdampak langsung pada kondisi fisik dan psikologis jemaah. Menurutnya, makanan yang sesuai dengan lidah jemaah membantu mereka lebih fokus menjalankan ibadah selama di Tanah Suci.
Baca Juga:
Dalam peninjauan itu, ia menyoroti salah satu inovasi unggulan: produk makanan yang mampu bertahan hingga dua tahun tanpa bahan pengawet. Standar kebersihan produksi juga menjadi perhatian yang ia nilai sudah cukup baik, meski pengawasan tetap perlu dijaga.
DPR Usulkan Kontrak Jangka Panjang, Monopoli Dilarang
DPR mendorong skema kontrak jangka panjang antara 5 hingga 10 tahun bagi penyedia katering haji. Tujuannya dua: mendongkrak kualitas layanan sekaligus menekan biaya operasional.
Namun Abdul Wachid menegaskan satu syarat yang tidak bisa ditawar. Tidak boleh ada monopoli. Semua pihak tetap punya peluang ikut serta, asalkan memenuhi standar yang ditetapkan.
Legislator dari Fraksi Gerindra itu juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap vendor yang performanya belum optimal. Ia tidak ingin ada jemaah yang kekurangan makanan akibat kelalaian mitra katering.
“Kami tidak ingin ada kekurangan makanan bagi jemaah. Ini pelayanan dasar yang sangat vital,” tegasnya.
Dilansir dari laporan Gerindra.
Editor: Ratna Dewi