Teras News — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan isu yang beredar soal kondisi keuangan negara, menegaskan bahwa dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi memadai dan isu uang negara hanya tersisa Rp120 triliun adalah keliru.
“Nggak usah takut soal APBN, masih cukup. Uang kita masih banyak,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Rp120 Triliun Bukan Sisa Kas, Tapi Sebagian Kecil dari SAL Rp420 Triliun
Angka Rp120 triliun yang ramai diperbincangkan itu sebenarnya adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL), yaitu dana cadangan pemerintah yang ditempatkan di Bank Indonesia (BI). Dana itu bukan kas harian negara yang hampir habis, melainkan satu pos dari total SAL yang jumlahnya jauh lebih besar.
Baca Juga:
Total SAL pemerintah saat ini mencapai Rp420 triliun. Dari jumlah itu, Rp300 triliun dialirkan ke perbankan sebagai suntikan likuiditas guna mempercepat aktivitas ekonomi nasional. Hanya Rp120 triliun yang tersisa diparkir di BI.
Injeksi Rp300 triliun ke perbankan itu dilakukan dalam dua tahap. Pemerintah pertama menempatkan Rp200 triliun, lalu menambah Rp100 triliun menjelang periode Lebaran. Penambahan di waktu Lebaran bertujuan menjaga likuiditas perbankan saat kebutuhan dana masyarakat melonjak.
Dana Bisa Ditarik Kapan Saja
Meski ratusan triliun rupiah sudah disuntikkan ke sistem perbankan, pemerintah tetap bisa menariknya sewaktu-waktu. Purbaya menjelaskan dana tersebut ditempatkan dalam skema deposito on call, yakni simpanan yang dapat dicairkan oleh pemerintah kapan pun dibutuhkan tanpa harus menunggu jatuh tempo.
Skema itu membuat dana SAL tetap berfungsi ganda: mendorong pertumbuhan ekonomi lewat fungsi intermediasi perbankan, sekaligus tetap berada dalam jangkauan pemerintah jika sewaktu-waktu kas negara membutuhkan tambahan likuiditas.
Dilansir dari laporan Antara.
Editor: Ratna Dewi