Kesehatan

IKM RSUD Bantarangin Ponorogo Capai 87,45 pada Awal 2026, Kunjungan Rawat Jalan Tembus 2.890 Pasien

8
×

IKM RSUD Bantarangin Ponorogo Capai 87,45 pada Awal 2026, Kunjungan Rawat Jalan Tembus 2.890 Pasien

Sebarkan artikel ini

Teras News — Warga Ponorogo yang selama ini mengandalkan RSUD Bantarangin untuk layanan kesehatan mulai merasakan perubahan. Jumlah kunjungan rawat jalan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu menembus 2.890 pasien hanya dalam tiga bulan pertama 2026, sementara 517 pasien lainnya menjalani rawat inap pada periode yang sama.

Angka-angka itu dipaparkan langsung oleh Direktur RSUD Bantarangin, drg Enggar Tri Adji Sambodo, dalam forum konsultasi publik (FKP) yang digelar Kamis (24/4/2026). Forum tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus ruang dialog antara pihak rumah sakit dan masyarakat.

Indeks Kepuasan Naik ke 87,45 setelah Sempat Anjlok ke 82,91

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) RSUD Bantarangin bergerak fluktuatif sepanjang 2025 hingga awal 2026. Pada triwulan III 2025, IKM menyentuh angka tertinggi di 92,54. Namun triwulan berikutnya turun signifikan ke 82,91. Memasuki triwulan I 2026, angka itu kembali naik ke 87,45.

Enggar tidak menampik kondisi tersebut. “Kami ingin memberikan pelayanan yang profesional, konsisten, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” katanya. Ia menyebut konsistensi menjadi tantangan utama, mengingat RSUD Bantarangin dirancang dengan konsep hospitel, yakni rumah sakit dengan standar kenyamanan setara hotel.

Sepanjang 2025, total kunjungan rawat jalan mencapai 10.337 pasien, sedangkan rawat inap melayani 1.792 orang. “Alhamdulillah, ada tren kenaikan pemanfaatan layanan yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Bantarangin,” ujar Enggar.

Ruang Operasi Baru dan Layanan Caesar Modern ERACS

RSUD Bantarangin menambah satu ruang operasi (operatie kamer) dengan peralatan modern. Rumah sakit ini juga membuka layanan khusus untuk pasien dengan gangguan jantung.

Inovasi lain yang kini tersedia adalah metode ERACS (enhanced recovery after caesarean section), yakni pendekatan operasi caesar modern yang mempercepat pemulihan pasien. Dengan metode ini, ibu yang baru melahirkan dapat bergerak kembali dalam 2 hingga 4 jam pascaoperasi, rasa nyeri diminimalkan, dan kontak dini dengan bayi bisa lebih cepat terjadi.

“Kami juga menghadirkan inovasi layanan persalinan melalui metode ERACS,” ungkap Enggar. Ia menyebut layanan ini sebagai bagian dari upaya mendekatkan akses kesehatan berkualitas kepada masyarakat Ponorogo.

Indikator Mutu Masih Fluktuatif, Jadi Bahan Evaluasi

Enggar mengakui sejumlah indikator mutu pelayanan masih bergerak naik-turun. BOR (bed occupancy rate, atau tingkat hunian tempat tidur), ALOS (average length of stay, rata-rata lama rawat inap), NDR (net death rate), dan GDR (gross death rate) belum stabil. “Semuanya akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan konsistensi pelayanan ke depan,” tegasnya.

RSUD Bantarangin, yang berlokasi di Kecamatan Kauman, Ponorogo, resmi beroperasi pada November 2023. Rumah sakit kelas D dengan akreditasi utama ini memiliki kapasitas 51 tempat tidur dan didukung 10 dokter spesialis. Sejak 14 Juni 2024, RSUD Bantarangin resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga warga peserta BPJS dapat mengakses layanannya.

Dilansir dari laporan Kominfo Ponorogo.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman