Teras News — 13 dari 76 gardu induk yang menopang sistem kelistrikan Jakarta sempat lumpuh pada Kamis (17/4) pagi. Lima jam kemudian, PT PLN (Persero) menyatakan seluruh pasokan listrik di ibu kota telah kembali normal sepenuhnya pukul 15.05 WIB.
Gangguan dimulai di sejumlah kawasan pada pagi hari. Berdasarkan pantauan ANTARA, pemadaman listrik menyapu kawasan Jakarta Pusat meliputi Thamrin dan Bendungan Hilir, Jakarta Selatan di wilayah Kuningan, Jagakarsa, dan Tebet, serta sebagian Jakarta Timur.
Pemulihan Bertahap: 95 Persen Teraliri Listrik Pukul 12.23 WIB
PLN langsung mengerahkan petugas lapangan begitu gangguan terdeteksi. Proses normalisasi dilakukan bertahap untuk memastikan sistem stabil sebelum arus dialirkan kembali ke pelanggan.
Baca Juga:
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, merinci jalannya pemulihan. Sebagian besar pelanggan terdampak sudah bisa menikmati listrik kembali pada pukul 12.23 WIB. Sisanya, sekitar 5 persen, baru teraliri pada pukul 15.05 WIB.
“PLN terus berupaya memperkuat keandalan sistem kelistrikan serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Haris Andika saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Bagi pelanggan yang masih butuh bantuan, PLN membuka layanan melalui aplikasi PLN Mobile dan Contact Center PLN 123.
MRT Terdampak, Bukan Kali Pertama Jakarta Alami Mati Listrik Massal
Gangguan listrik ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya, pada Kamis (9/4), Jakarta juga mengalami mati listrik massal yang bersumber dari gangguan di sejumlah gardu induk. Kejadian itu menghentikan pasokan listrik sementara di wilayah-wilayah terdampak.
Dampak pemadaman 9 April bahkan merembet ke layanan transportasi publik. MRT Jakarta mengalami gangguan operasional di beberapa stasiun pada sore hari pukul 17.57 WIB.
PLN saat ini mencatat 76 gardu induk beroperasi untuk menopang sistem kelistrikan Jakarta dan sekitarnya. Dari jumlah tersebut, 13 unit terdampak dalam gangguan terbaru ini sebelum akhirnya dipulihkan seluruhnya.
Dilansir dari laporan ANTARA.
Editor: Surya Dharma