Berita

5.997 Jamaah Haji Indonesia Mendarat di Madinah, Konsul Jenderal Minta Batasi Aktivitas Luar Ruangan

9
×

5.997 Jamaah Haji Indonesia Mendarat di Madinah, Konsul Jenderal Minta Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Hampir 6.000 jamaah calon haji Indonesia sudah menginjak tanah Madinah, Arab Saudi, dalam sehari pertama keberangkatan gelombang pertama musim haji 1447 Hijriah. Tepatnya 5.997 orang yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) mendarat secara bertahap di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz hingga Rabu (23/4) pukul 22.55 waktu setempat, menandai dibukanya misi haji Indonesia tahun ini sejak 22 April 2026.

Para jamaah berangkat dari berbagai kota embarkasi, mulai dari Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, hingga Makassar.

Konsul Jenderal: Jangan Paksakan Diri, Ibadah Masih Panjang

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, langsung mengingatkan para jamaah yang baru tiba agar tidak menguras tenaga di awal perjalanan. Ia meminta mereka membatasi pergerakan dan mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak.

“Jamaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” kata Yusron dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/4).

Pesan itu terutama ditujukan kepada jamaah lanjut usia (lansia), yang menurut Yusron mendominasi komposisi peserta haji Indonesia tahun ini. Kondisi fisik yang terjaga, ia tekankan, menjadi kunci agar jamaah dapat menuntaskan puncak ibadah haji yang dijadwalkan pada Mei mendatang.

Cuaca Madinah Jadi Perhatian, Minum Air Tiap 20-30 Menit

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menambahkan imbauan soal cuaca. Perubahan suhu di Madinah dinilai perlu diwaspadai sejak hari pertama kedatangan.

“Jamaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20-30 menit,” ujar Khalilurrahman.

Ia juga menyarankan penggunaan tabir surya dan pelembap bibir guna melindungi kulit dari paparan panas terik Madinah. Bagi jamaah yang terbiasa dengan iklim tropis Indonesia, kondisi kering dan panas gurun Arab Saudi kerap menjadi tantangan fisik tersendiri, khususnya di pekan-pekan awal sebelum puncak haji.

Dilansir dari laporan Antara.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Surya Dharma