Teras News — Indonesia mengekspor 250 ribu ton pupuk urea ke Australia setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani persetujuan ekspor tersebut. PM Australia Anthony Albanese menyampaikan apresiasi langsung kepada Prabowo atas keputusan itu.
Albanese Ucapkan Terima Kasih Langsung ke Prabowo
Persetujuan ekspor pupuk urea ini datang langsung dari Presiden Prabowo. PM Albanese merespons dengan menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada kepala negara Indonesia tersebut.
Keaslian rincian lebih lanjut mengenai waktu penandatanganan, nilai kontrak, dan mekanisme pengiriman belum diverifikasi secara independen oleh redaksi Teras News.
Baca Juga:
Pupuk Urea: Komoditas Strategis bagi Sektor Pertanian Australia
Pupuk urea merupakan salah satu jenis pupuk nitrogen yang paling banyak digunakan di sektor pertanian. Australia, sebagai salah satu eksportir produk pertanian terbesar di dunia, membutuhkan pasokan pupuk dalam jumlah besar untuk menopang produktivitas lahan pertaniannya.
Indonesia sendiri memiliki kapasitas produksi pupuk urea yang cukup besar melalui produsen dalam negeri. Ekspor sebesar 250 ribu ton ini mencerminkan volume yang tidak kecil dalam konteks perdagangan bilateral kedua negara.
Dilansir dari laporan Sindonews.
Editor: Arif Budiman