Teras News — Awal pekan ini, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi langsung memantik reaksi dari Senayan. Anggota Komisi XII DPR RI, Jalal Abdul Nasir, menyoroti lonjakan harga tersebut dan menyebut kalangan kelas menengah ke atas terdampak psikologis paling keras.
“Kelas menengah shock dan kaget,” kata Jalal Abdul Nasir.
Kelas Menengah Jadi Konsumen Utama BBM Non-Subsidi
BBM non-subsidi — seperti Pertamax dan sejenisnya — memang dirancang untuk konsumen yang dianggap mampu secara ekonomi, bukan untuk kelompok penerima subsidi negara. Kelompok inilah, kelas menengah hingga atas, yang selama ini menjadi pengguna utama jenis bahan bakar tersebut. Ketika harganya naik signifikan, mereka langsung merasakannya di kantong.
Baca Juga:
Jalal Abdul Nasir menyampaikan sorotan itu dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi XII DPR RI, komisi yang membidangi urusan energi dan sumber daya mineral.
Keaslian dan detail lebih lanjut mengenai besaran kenaikan harga serta waktu pemberlakuannya belum diverifikasi secara independen oleh redaksi.
Dilansir dari laporan Sindonews.
Berita Terkait
Editor: Arif Budiman