Teras News — Investor asing masih melirik Indonesia sebagai tujuan penanaman modal, namun pemerintah sadar ada hambatan regulasi yang bisa mengikis kepercayaan itu. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung mendorong pembenahan iklim investasi nasional agar tren positif tersebut tidak berbalik arah.
Menteri Investasi Rosan Roeslani menyampaikan arahan presiden itu kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/4). Rosan mengungkapkan bahwa Prabowo menekankan tiga hal utama: memperkuat kondusivitas iklim investasi, memangkas regulasi yang selama ini menghambat masuknya modal, dan menerapkan standar global dalam tata kelola investasi.
Minat Investor Disebut Masih Kuat
Rosan menegaskan bahwa tren minat investor terhadap Indonesia saat ini masih tinggi. Pernyataan itu menjadi penanda bahwa tekanan dari dalam negeri — bukan dari sepinya peminat — yang mendorong pemerintah bergerak cepat berbenah.
Baca Juga:
Regulasi yang berlapis dan tumpang tindih selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu keluhan utama investor yang masuk ke Indonesia. Proses perizinan yang panjang sering membuat calon penanam modal memilih negara tetangga seperti Vietnam atau Thailand yang dinilai lebih efisien secara prosedural.
Standar Global Jadi Acuan Baru
Penerapan standar global menjadi bagian dari arahan presiden yang disampaikan Rosan. Standar ini mencakup transparansi proses perizinan, kepastian hukum bagi investor, dan kemudahan repatriasi keuntungan — tiga indikator yang kerap muncul dalam survei iklim bisnis internasional seperti yang diterbitkan Bank Dunia maupun OECD.
Langkah ini datang di tengah persaingan sengit antarnegara berkembang untuk menarik investasi asing langsung, khususnya di sektor manufaktur dan energi hijau yang saat ini menjadi incaran banyak perusahaan multinasional yang tengah merelokasi rantai pasok mereka dari Tiongkok.
Dilansir dari laporan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
Berita Terkait
Editor: Ratna Dewi