Berita

Jembatan Ambrol 3 Tahun di Desa Waru Rembang Kini Pulih, Siswa Tak Lagi Memutar Lewat Pantura

4
×

Jembatan Ambrol 3 Tahun di Desa Waru Rembang Kini Pulih, Siswa Tak Lagi Memutar Lewat Pantura

Sebarkan artikel ini

Teras News — Tiga tahun — waktu yang cukup lama bagi warga Desa Waru, Kecamatan Rembang, untuk hidup tanpa jembatan. Sejak ambrol pada 2023, penyeberangan itu memutus akses langsung antarwilayah dan memaksa anak-anak sekolah mengambil rute memutar lewat Jalan Pantura yang ramai kendaraan berat. Program TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa) akhirnya memulihkan jembatan itu, dan penutupan resmi program berlangsung pada Kamis (21/5/2026).

Anak-Anak Kembali Bisa Menyeberang Aman ke Sekolah

Kepala Desa Waru, Sukatmi, tak menyembunyikan kegembiraannya. Jembatan itu bukan sekadar infrastruktur — ia menghubungkan dua RW dan menjadi jalur utama pelajar yang bersekolah di SMPN 1 Rembang, beberapa SMA, hingga madrasah yang berdiri di dekat jembatan tersebut.

“Ketika jembatan itu tidak bisa dilalui, warga harus memutar lewat jalan raya Pantura yang cukup jauh dan berisiko. Jadi kami sangat berterima kasih,” kata Sukatmi.

Rute Pantura bukan pilihan nyaman. Jalan nasional itu padat truk dan kendaraan besar, sehingga warga, terutama pelajar, menanggung risiko ekstra setiap hari hanya untuk pergi sekolah atau beraktivitas ke sisi lain desa.

Anggaran Rp 150 Juta dari Kabupaten, Rp 239,26 Juta dari Provinsi

Pemerintah Kabupaten Rembang menggelontorkan Rp 150 juta dari APBD kabupaten untuk mendukung program ini. Provinsi Jawa Tengah menambahkan Rp 239,26 juta dari APBD provinsi. Total lebih dari Rp 389 juta mengalir ke Desa Waru melalui skema kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan TNI.

Sekretaris Daerah Rembang, Fahrudin, yang mewakili Bupati pada acara penutupan, menjelaskan bahwa program ini selaras dengan visi pembangunan dari desa. “TMMD ini program dari pusat, provinsi, dan daerah, sehingga kolaborasi ini dalam rangka pemerataan pembangunan. Harapan Pak Presiden pembangunan berasal dari desa dan ini diwujudkan,” ujarnya.

Komandan Kodim 0720/Rembang, Letkol Arm Winner Fradana Dieng, mengingatkan warga agar turut merawat hasil pembangunan. “Program ini dari negara untuk warga, untuk rakyat. Jadi warga yang menggunakan juga ikut merawat. Kalau suatu saat ada yang rusak, kita perbaiki bersama,” katanya. Ia juga menyebut hujan deras yang sempat turun beberapa hari selama pengerjaan tidak mengganggu jalannya program.

Penyuluhan Stunting hingga Bahaya Narkoba Ikut Digelar

TMMD di Desa Waru tidak berhenti pada fisik bangunan. Berbagai kegiatan nonfisik turut digelar, mulai dari penyuluhan Pembinaan Pertahanan Negara (PPBN), wawasan kebangsaan, ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas), hukum, bahaya narkoba, keluarga berencana (KB), pemberdayaan anak, hingga pencegahan stunting.

Jepara Juga Terima Manfaat: 556 Meter Jalan Beton dan Dua Rumah Direhabilitasi

Di Kabupaten Jepara, TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 menyasar Desa Gelang, Kecamatan Keling. Pengecoran jalan rabat beton sepanjang 250 meter (lebar 3 meter, tebal 0,12 meter) rampung menggunakan dana APBD Provinsi Jawa Tengah. Pengecoran tambahan 306 meter dengan spesifikasi serupa, ditambah rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni, dikerjakan dari anggaran APBD kabupaten.

Dandim 0719/Jepara, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi, menyebut pembangunan desa sebagai strategi pemerataan ekonomi jangka panjang. “Program TMMD sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meningkatkan kesejahteraan, khususnya di pedesaan, daerah tertinggal, terpencil, terisolasi,” katanya.

Dengan selesainya TMMD di Desa Waru dan Desa Gelang, warga di dua kabupaten itu kini menikmati infrastruktur yang selama ini absen. Di Rembang, setidaknya pelajar yang selama tiga tahun terpaksa melewati jalur berisiko kini punya kembali rute aman menuju sekolah.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi