Teras News — 85 entitas — angka itu mencerminkan lonjakan peserta yang masuk Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) gelombang kedua proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) milik Danantara Investment Management (DIM). Jumlah ini melonjak drastis dibanding gelombang pertama yang hanya mengumpulkan 24 peserta.
DIM mengumumkan hasil seleksi DPT gelombang kedua pada Jumat (22/5/2026). Daftar ini mencakup perusahaan dan konsorsium baru, sekaligus menyertakan peserta dari gelombang pertama yang sebelumnya sudah dikualifikasi di tiga wilayah: Bekasi Kota, Bogor Raya, dan Denpasar Raya.
16 Perusahaan Lokal Masuk Konsorsium, 7 Negara Ikut Berpartisipasi
Dari 85 entitas yang masuk DPT, sebanyak 16 perusahaan lokal tercatat dalam daftar konsorsium. Partisipasi global turut meluas, dengan kehadiran perusahaan dan konsorsium dari tujuh negara: Indonesia, Singapura, India, Korea Selatan, China, Jepang, dan Perancis.
Baca Juga:
Keberagaman asal negara peserta membuka ruang lebih lebar dalam hal pilihan teknologi pengolahan sampah, struktur pembiayaan, serta model kemitraan yang bisa diterapkan dalam proyek PSEL ke depan.
Keterlibatan perusahaan nasional dalam gelombang kedua ini sejalan dengan mandat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, yang mengatur agar pelaku industri dalam negeri tetap dilibatkan dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sampah berskala besar.
Denera Kelola Program, ToR Segera Diterbitkan
Proyek PSEL ini akan dikelola oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak perusahaan DIM. CEO Denera sekaligus Director Investment DIM, Fadli Rahman, menyebut lonjakan peserta sebagai cerminan daya tarik investasi program ini.
“Kami terus berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses seleksi mitra PSEL dilakukan secara transparan dan kompetitif, sehingga menghasilkan mitra yang mampu mendukung pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkontribusi dalam penyelesaian darurat sampah di Indonesia,” ungkap Fadli dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).
Sebagai tahap lanjutan, DIM akan menerbitkan Terms of Reference (ToR) kepada seluruh peserta DPT. ToR adalah dokumen acuan teknis dan administratif yang menjadi panduan bagi calon mitra dalam menyiapkan penawaran untuk proyek PSEL.
Para peserta yang masuk DPT berstatus sebagai calon mitra yang berpotensi dilibatkan dalam pengembangan proyek PSEL di berbagai wilayah Indonesia. Status ini baru tahap prakualifikasi — proses seleksi substantif untuk menentukan mitra pelaksana masih akan berlanjut setelah ToR diterbitkan.
Editor: Surya Dharma