Teras News — Setiap orang rata-rata memotong rambut enam kali setahun. Angka itu menjadi salah satu alasan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan membuka jurusan barber pada Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I tahun ini, bersamaan dengan jurusan baru lain yang tak kalah diminati: editor video.
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan resmi membuka pelatihan dua kompetensi baru tersebut pada Senin (18/5/2026). Penentuan jurusan bukan dilakukan sembarangan. BLK terlebih dahulu menjalankan proses Training Need Analysis (TNA), yakni analisis kebutuhan pelatihan yang melibatkan langsung dunia industri dan masyarakat sekitar.
Jasa Barber Dinilai Stabil, Editor Video Ikuti Tren Digital
Kepala BLK Kota Pekalongan, Helmy Hendarsyah, menjelaskan alasan barber masuk daftar prioritas. Kebutuhan jasa potong rambut pria bersifat rutin dan tidak akan berhenti selama manusia ada.
Baca Juga:
“Barber ini kebutuhannya luar biasa. Secara logika, setiap orang mungkin bisa sekitar enam kali potong rambut dalam satu tahun. Artinya kebutuhan jasa ini akan terus ada,” katanya.
Jurusan editor video hadir dengan pertimbangan berbeda. Maraknya media sosial dan pemasaran digital mendorong hampir semua pelaku usaha membutuhkan konten promosi berbasis video. Helmy menyebut keterampilan ini punya pasar yang terus melebar.
“Sekarang, banyak produk membutuhkan promosi digital. Hampir semua usaha perlu konten video untuk pemasaran, sehingga editor video menjadi salah satu keterampilan yang cukup potensial,” tambahnya.
Peserta Wajib Lolos Seleksi Tertulis dan Wawancara
Tidak semua yang mendaftar langsung diterima. BLK memberlakukan tahapan seleksi ketat: tes tertulis dan wawancara. Helmy menegaskan, pihaknya hanya memilih peserta yang benar-benar siap belajar, bukan sekadar ingin mendapat sertifikat.
“Peserta yang mengikuti pelatihan ini sudah melalui seleksi tertulis dan tes wawancara. Jadi memang dipilih yang benar-benar siap mengikuti pelatihan,” ujarnya.
Salah satu peserta yang lolos seleksi editor video, Dimas Febriansyah, mengaku melihat peluang nyata di balik keterampilan yang akan ia pelajari. Baginya, pelatihan ini bukan sekadar menambah portofolio, melainkan jalan masuk ke dunia kerja kreatif.
“Saya ingin menambah keterampilan editing video, supaya nanti bisa digunakan untuk bekerja ataupun membuka jasa editing sendiri. Apalagi sekarang kebutuhan konten video semakin banyak,” ungkap Dimas.
Wali Kota Akui Tantangan Ekonomi Jadi Latar Belakang Program
Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, turut menyinggung kondisi ekonomi yang menekan masyarakat dalam mencari kerja maupun membuka usaha baru. Kurs dolar yang naik menjadi salah satu faktor yang ia sebut sebagai latar belakang perlunya program peningkatan keterampilan semacam ini.
PBK Tahap I ini merupakan bagian dari program pelatihan yang digelar BLK Pekalongan sepanjang tahun, dengan kompetensi yang dipilih berdasarkan hasil TNA dari lapangan. Dengan dua jurusan baru ini, warga Pekalongan kini punya pilihan lebih beragam untuk mengasah keterampilan yang langsung bisa dipakai di dunia kerja atau wirausaha.
Editor: Surya Dharma