Internasional

Iran Sita Dua Kapal Kontainer di Selat Hormuz, 21 Awak Ukraina-Filipina Ditahan IRGC

10
×

Iran Sita Dua Kapal Kontainer di Selat Hormuz, 21 Awak Ukraina-Filipina Ditahan IRGC

Sebarkan artikel ini

Teras News — Dari 130 kapal yang biasanya melintas setiap hari di Selat Hormuz, kini hanya segelintir yang berani melewati jalur vital itu. Angka itu mencerminkan betapa cepatnya situasi berubah sejak Iran menyita dua kapal kontainer dan menembaki satu kapal lainnya pada Rabu (22/4) waktu setempat.

Pemerintah Iran menyatakan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), satuan militer elite Iran, menangkap dua kapal kontainer yang berupaya keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz. Kejadian ini menjadi penyitaan kapal pertama sejak perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel meletus pada Februari 2026. Tasnim News Agency, kantor berita yang berafiliasi dengan IRGC, melaporkan aksi tersebut secara langsung.

MSC Francesca Disita, Empat Pelaut Montenegro di Dalamnya

Salah satu kapal yang disita adalah MSC Francesca berbendera Panama. Menteri urusan maritim Montenegro, Filip Radulovic, mengonfirmasi ada empat pelaut warga negaranya di atas kapal itu dan memastikan seluruh awak dalam kondisi aman.

“Negosiasi antara perusahaan pelayaran dan pihak Iran sedang berlangsung, dan otoritas negara terkait terus menjalin kontak dengan awak kapal,” kata Radulovic, dilansir Reuters.

IRGC menuduh MSC Francesca dan kapal kedua yang disita, Epaminondas berbendera Liberia, beroperasi tanpa izin yang diperlukan serta memanipulasi sistem navigasi mereka.

Epaminondas Ditembak Granat Roket, Anjungan Rusak

Kapal Epaminondas mendapat perlakuan lebih keras. Kapal yang dioperasikan perusahaan pelayaran Yunani, Technomar Shipping Inc, itu ditembaki di posisi sekitar 20 mil laut barat laut Oman. Menurut laporan Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris, kapal tersebut mengalami kerusakan pada bagian anjungan setelah terkena tembakan dan granat berpeluncur roket (RPG) dari kapal cepat IRGC.

Technomar membenarkan serangan itu. “Technomar tetap berkomunikasi erat dengan otoritas terkait di kawasan,” kata perusahaan dalam pernyataannya. Pihak perusahaan kemudian mengonfirmasi bahwa pasukan Iran telah menaiki Epaminondas. Kapal itu membawa 21 awak yang terdiri dari warga Ukraina dan Filipina. Penjaga pantai Yunani menyebut belum dapat memastikan status penyitaan secara resmi.

Selat Hormuz Jalur Seperlima Pasokan Minyak Dunia

Selat Hormuz bukan perairan biasa. Jalur sempit antara Iran dan Oman ini menjadi lintasan bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia setiap harinya. Gangguan di sini langsung terasa pada rantai pasokan energi global.

IRGC dalam pernyataannya menegaskan bahwa setiap gangguan terhadap ketertiban dan keamanan di selat tersebut akan dianggap sebagai “garis merah”. Pernyataan itu dikeluarkan di tengah pembicaraan damai yang kini terhenti antara Iran dan pihak barat.

Peter Sand, kepala analis platform intelijen logistik Xeneta, menilai situasi ini mengancam seluruh aktivitas pelayaran di kawasan. “Penyitaan terbaru ini memperjelas bahwa bahkan Selat Hormuz yang ‘dibuka’ pun tidak aman bagi pelaut, kapal, dan kargo,” kata Sand.

AS sendiri telah memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran sejak beberapa pekan setelah konflik pecah. Dua kekuatan besar kini sama-sama membatasi jalur pelayaran di kawasan Teluk.

Dilansir dari laporan CNBC Indonesia.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Ratna Dewi