Teras News — 250 ribu ton — itu volume ekspor pupuk urea yang Indonesia kirim ke Australia pada tahap awal, sebuah angka yang cukup besar untuk memantik sambungan telepon langsung dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kepada Presiden Prabowo Subianto.
Telepon itu masuk pada Selasa (22/4) sore. Albanese menghubungi Prabowo secara langsung untuk menyampaikan apresiasinya atas keputusan Indonesia membuka keran ekspor urea ke negeri tetangga di selatan tersebut.
PM Albanese Apresiasi Persetujuan Prabowo atas Ekspor Urea 250 Ribu Ton
Sekretaris Kabinet Teddy mengonfirmasi komunikasi kedua kepala negara itu. Ia mengutip isi percakapan tersebut secara langsung: “PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250 ribu ton pada tahap awal.”
Baca Juga:
Urea adalah pupuk nitrogen sintetis yang paling banyak digunakan di dunia. Australia, sebagai salah satu produsen pertanian terbesar di belahan bumi selatan, membutuhkan pasokan pupuk dalam jumlah besar untuk menopang sektor agrikulturnya yang bergantung pada lahan luas dan produksi komoditas ekspor seperti gandum dan tebu.
Ekspor Urea Jadi Wujud Hubungan Bilateral RI-Australia
Langkah ini menandai babak baru — bukan, ini menandai perluasan nyata kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Australia di luar sektor yang lazim diperdagangkan kedua negara selama ini. Indonesia selama ini lebih dikenal mengekspor komoditas seperti batu bara, minyak sawit, dan produk perikanan ke Australia.
Ekspor pupuk urea membuka dimensi baru. Indonesia memiliki kapasitas produksi urea yang signifikan, didukung oleh ketersediaan gas alam sebagai bahan baku utama dalam proses Haber-Bosch — metode industri untuk menghasilkan amonia yang kemudian diproses menjadi urea.
Prabowo menerima apresiasi Albanese dalam percakapan telepon yang berlangsung Selasa sore itu. Tidak ada keterangan resmi mengenai kapan pengiriman tahap pertama dijadwalkan tiba di Australia.
Dilansir dari laporan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
Berita Terkait
Editor: Arif Budiman