Berita

Ketua TP PKK Jepara Desak Perempuan Turun Tangan Atasi Stunting, Kemiskinan, dan Kekerasan Anak

9
×

Ketua TP PKK Jepara Desak Perempuan Turun Tangan Atasi Stunting, Kemiskinan, dan Kekerasan Anak

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, mendesak perempuan Jepara aktif menangani empat masalah sosial sekaligus: kemiskinan, stunting, kekerasan terhadap anak, dan perkawinan anak. Seruan itu ia sampaikan saat peringatan Hari Kartini, Senin (21/4/2026).

Laila menegaskan peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada acara seremonial semata.

“Perempuan Jepara harus hadir menyelesaikan persoalan nyata, seperti kemiskinan, kekerasan, stunting, dan perkawinan anak, serta memastikan tidak ada anak yang putus sekolah,” kata Laila.

Laila Dorong Keterwakilan Perempuan di Legislatif

Laila juga mendorong perempuan memperluas peran mereka dari ranah domestik ke ruang publik, termasuk lembaga legislatif. Menurutnya, keterwakilan perempuan dalam pengambilan kebijakan krusial agar aspirasi perempuan benar-benar terdengar.

“Perkuat pula keterwakilan perempuan di ruang publik dan legislatif, untuk pengambilan kebijakan dan menyuarakan aspirasi demi masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Jepara — kota kelahiran RA Kartini — sebagai pusat literasi nilai-nilai Kartini. “Jadikan Jepara pusat literasi Kartini. Ajarkan generasi muda keberanian berpikir dan semangat perubahan,” tuturnya.

Klinik Wahana Sejahtera PKBI Jepara Raih Juara Pertama Lomba KB

Pada momentum yang sama, panitia menyerahkan piagam penghargaan dan trofi kepada pemenang lomba pelayanan Keluarga Berencana (KB). Klinik Wahana Sejahtera PKBI Jepara keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Klinik Fatma Medika, sedangkan Puskesmas Donorojo meraih peringkat ketiga.

Sekda Rembang: Perempuan Harus Cerdas Sekaligus Berkarakter Kuat

Sehari sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, menyampaikan pesan serupa dalam talkshow bertajuk Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas yang berlangsung di Pendapa Museum RA Kartini, Senin (20/4/2026).

Fahrudin menyebut semangat Kartini melampaui sekadar emansipasi — ia berbicara tentang keberanian berpikir maju, kemandirian, dan integritas.

“Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan perempuan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berdaya saing,” kata Fahrudin.

Keberagaman budaya dan latar belakang sosial masyarakat Rembang, menurut Fahrudin, justru memperkuat nilai gotong royong dan toleransi — modal sosial yang bisa mendorong perempuan mengembangkan potensi diri.

Dilansir dari laporan Diskominfo Jepara dan Mifta Rembang.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi