Berita

1.000 Mangrove Ditanam Siswa MAN 1 Pekalongan di Pesisir yang Terancam Abrasi

8
×

1.000 Mangrove Ditanam Siswa MAN 1 Pekalongan di Pesisir yang Terancam Abrasi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Puluhan siswa MAN 1 Kota Pekalongan bersama perwakilan organisasi madrasah menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Pekalongan, Sabtu (19/4/2026), sebagai respons atas ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai kota tersebut.

“Sebagai sekolah Adiwiyata, ini menjadi bukti bahwa kami tidak bekerja sendiri, tetapi bersama masyarakat. Kolaborasi ini penting, agar upaya pelestarian lingkungan bisa berjalan lebih luas dan berkelanjutan,” kata Kepala MAN 1 Kota Pekalongan, Mimbar, di sela kegiatan.

Pesisir Pekalongan Rentan Abrasi dan Rob

Kota Pekalongan dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir utara Jawa yang paling terdampak penurunan muka tanah dan rob — banjir akibat pasang air laut. Kondisi itu membuat garis pantainya sangat rentan tergerus abrasi dari waktu ke waktu.

Mimbar menjelaskan, penanaman ini bukan kegiatan satu kali. Pihak sekolah berencana melanjutkannya secara berkala dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

“Penanaman mangrove ini sekaligus menjadi bagian dari Latihan Dasar Kepemimpinan siswa, yang bertujuan membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan. Kami optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan pesisir yang lebih hijau, lestari, dan tangguh menghadapi perubahan iklim,” bebernya.

Kegiatan ini juga merupakan implementasi program Ecotheology yang dicanangkan Kementerian Agama — program yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Siswa: “Kami Jadi Tahu Kondisi Pesisir yang Rentan”

Salah satu peserta, Muhammad Rasya, mengaku mendapat pemahaman baru dari kegiatan ini. Turun langsung ke pesisir membuka matanya terhadap kondisi nyata pantai yang terus terkikis.

“Sangat senang bisa ikut langsung. Kami jadi tahu kondisi pesisir yang rentan terhadap abrasi dan rob. Dengan menanam mangrove, kami berharap pantai kita tidak terus terkikis. Semoga bibit yang ditanam hari ini, bisa tumbuh besar dan bermanfaat,” ungkapnya.

Rasya juga berharap aksi serupa terus digelar dengan melibatkan lebih banyak warga dan komunitas.

DLH: Mangrove Punya Fungsi Ekologis hingga Ekonomi

Penata Layanan Operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Ersa, menyambut positif inisiatif sekolah tersebut. Ia merinci manfaat mangrove dari tiga sisi sekaligus.

“Mangrove bisa menyerap polutan dan menghasilkan oksigen yang segar. Selain itu, mangrove juga memiliki fungsi ekologis untuk menahan abrasi, serta menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati. Dari sisi sosial ekonomi, mangrove juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” jelas Ersa.

Mangrove yang tumbuh rapat di pesisir juga berperan sebagai penahan alami saat gelombang tinggi dan angin kencang menerjang. Fungsi itu menjadikannya salah satu bentuk mitigasi bencana berbasis alam yang paling efektif untuk kawasan pantai.

Dilansir dari laporan Jateng Prov.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Ratna Dewi