Otomotif

Toyota dan CATL Gelontorkan Rp 1,3 Triliun, Pabrik Baterai Hybrid di Karawang Siap Produksi Massal

8
×

Toyota dan CATL Gelontorkan Rp 1,3 Triliun, Pabrik Baterai Hybrid di Karawang Siap Produksi Massal

Sebarkan artikel ini

Teras News — Industri komponen kendaraan elektrifikasi di Indonesia kini punya pemain baru. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan CATL — produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia asal China — resmi memulai kolaborasi produksi baterai hybrid di dalam negeri dengan nilai investasi Rp 1,3 triliun. Fasilitas produksi bersama ini berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Pengumuman resmi disampaikan dalam acara Public Announcement TMMIN di NICE PIK 2, Jakarta, Senin (20/4). Proyek ini merupakan tindak lanjut pertemuan tingkat tinggi antara pemerintah Indonesia dan manajemen Toyota di Jepang, yang sebelumnya menyepakati penguatan peran Indonesia dalam rantai pasok global Toyota.

Pabrik Karawang Tuntas Uji Instalasi, Produksi Massal Dimulai

Fasilitas baterai di Karawang disebut telah melewati seluruh tahapan persiapan teknis. Executive President of Japan Business Group CATL, Ni Zheng, menyatakan proyek tersebut siap memasuki tahap produksi massal.

“Dengan investasi Toyota Indonesia dalam lini produksi sel dan modul baterai di pabrik CATL Indonesia, proyek bersama ini kini sepenuhnya siap untuk produksi massal,” kata Ni Zheng.

Ia merinci bahwa seluruh proses instalasi hingga pengujian rampung sesuai tolok ukur ketat Toyota. “Jalur produksi baterai di fasilitas CATL Karawang telah menyelesaikan instalasi peralatan, pengoperasian, dan pengujian, sepenuhnya memenuhi standar kualitas global terbaik Toyota,” ujar Ni Zheng.

Fokus produksi diarahkan pada baterai hybrid — bukan baterai kendaraan listrik murni (BEV). Komponen ini sebelumnya masih ditopang impor, sehingga produksi lokal diharapkan memperpendek rantai pasok dan menekan biaya komponen untuk kendaraan hybrid yang diproduksi Toyota di Indonesia.

Toyota di Indonesia: Dari Importir 1971 ke Basis Ekspor 100 Negara

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto memaparkan jejak panjang Toyota di Indonesia untuk memberi konteks kolaborasi ini. Perjalanan dimulai lebih dari setengah abad lalu.

“Berawal dari impor kendaraan utuh pada tahun 1971 hingga mampu memproduksi kendaraan secara menyeluruh hingga mesin dan komponen lainnya melalui penguatan rantai pasok dalam negeri,” kata Nandi.

Kini, kapasitas produksi Toyota di Indonesia jauh melampaui kebutuhan domestik. “Hingga saat ini, kendaraan Toyota diproduksi lebih dari 10 juta unit dengan 3 juta unit di antaranya diekspor ke lebih dari 100 negara di dunia,” sebut Nandi. Indonesia, dengan kata lain, sudah lama berfungsi bukan sekadar pasar — melainkan basis manufaktur global Toyota.

“Industri tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional tapi juga menjadi basis produksi untuk ekspor global,” tambahnya.

CATL, Raksasa Baterai yang Kini Berakar di Karawang

CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited) adalah produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan kapasitas produksi. Kehadiran fasilitas produksi CATL di Karawang menjadikan Indonesia salah satu basis manufaktur baterai CATL di luar China, bersaing posisi dengan negara-negara lain yang juga memburu investasi serupa dalam beberapa tahun terakhir.

Kolaborasi ini menempatkan Indonesia dalam rantai pasok elektrifikasi kendaraan Toyota secara global — sebuah posisi yang sebelumnya didominasi oleh pemasok komponen dari Jepang dan China.

Dilansir dari laporan CNBC Indonesia.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Surya Dharma