Otomotif

Ekspor Naik 62 Persen, Xpeng Incar Pabrik Volkswagen di Eropa untuk Hindari Tarif 35,5 Persen

12
×

Ekspor Naik 62 Persen, Xpeng Incar Pabrik Volkswagen di Eropa untuk Hindari Tarif 35,5 Persen

Sebarkan artikel ini

Teras News — Xpeng, produsen kendaraan listrik asal China, tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi salah satu pabrik milik Volkswagen di Eropa sebagai bagian dari ekspansi produksi globalnya yang kian mendesak akibat lonjakan penjualan internasional.

“Kami secara aktif berbicara dengan Volkswagen untuk mengamankan lokasi produksi fisik di benua Eropa,” kata Elvis Cheng, Direktur Pelaksana Xpeng untuk wilayah Eropa timur laut, dalam konferensi Future of the Car yang digelar oleh Financial Times, seperti dilaporkan Arena EV pada Sabtu (16/5).

Ekspor Xpeng Melonjak 55 Persen dalam Empat Bulan Pertama 2026

Tekanan kapasitas produksi itu bukan tanpa dasar. Sepanjang April 2026, Xpeng mengekspor 6.006 kendaraan, naik 28 persen dari bulan sebelumnya dan 62 persen dibanding April 2025. Dalam empat bulan pertama 2026, perusahaan mengirim total 17.563 kendaraan listrik ke luar negeri, tumbuh 55 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan itu membuat lini produksi perusahaan beroperasi di batas maksimal.

Pabrik VW Dinilai Kurang Memenuhi Syarat Teknis Kendaraan Listrik Modern

Cheng tidak sepenuhnya optimistis soal fasilitas Volkswagen yang tersedia. Ia mencatat sejumlah pabrik Volkswagen “agak tua” dan kemungkinan tidak memenuhi persyaratan teknis ketat yang dibutuhkan untuk merakit kendaraan listrik generasi terbaru.

Jika negosiasi buntu, Xpeng menyiapkan opsi kedua: membangun pabrik baru dari nol. Motivasinya jelas secara ekonomi. Memproduksi mobil di dalam wilayah Uni Eropa memungkinkan Xpeng menghindari tarif impor untuk kendaraan listrik buatan China yang bisa mencapai 35,5 persen.

Sudah Produksi di Austria sejak September 2025

Xpeng sebenarnya sudah punya pijakan produksi di Eropa. Perusahaan mengantongi kontrak dengan pabrik Magna Steyr di Graz, Austria, untuk merakit kendaraan bagi pasar Eropa. Fasilitas itu telah memproduksi SUV listrik G6 dan G9 sejak September 2025. Pada Januari 2026, para pekerja di sana menyelesaikan produksi uji coba sedan listrik P7+ 2026 terbaru.

Kapasitas Magna Steyr rupanya tidak lagi cukup untuk menampung permintaan yang tumbuh pesat.

BYD Juga Bergerak: Pabrik Hongaria dan 1 Miliar Euro di Turki

Xpeng bukan satu-satunya pemain China yang mengincar aset produksi di Eropa. Rival beratnya, BYD, tengah mengupayakan kesepakatan dengan Stellantis dan sejumlah perusahaan Eropa lain untuk mengambil alih jalur perakitan mereka yang kosong.

BYD bahkan sudah selangkah lebih maju: pabrik di Hongaria diharapkan beroperasi tahun ini, sedangkan fasilitas senilai 1 miliar euro di Turki dijadwalkan dibuka pada akhir Desember mendatang.

Di sisi Volkswagen, raksasa otomotif Jerman itu memang tengah memangkas kapasitas produksi, termasuk menutup pabrik di Jerman untuk pertama kalinya dalam 88 tahun. Kondisi itu membuka celah bagi produsen China yang justru sedang ekspansif untuk masuk dan mengisi kekosongan kapasitas yang ditinggalkan.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman