Teras News — Hampir separuh dari seluruh penumpang LRT Jakarta setiap harinya bergantung pada satu rute: Pegangsaan Dua hingga Velodrome. Angka itu bukan kebetulan — kawasan Kelapa Gading dan Rawamangun memang menjadi pusat aktivitas padat yang menopang tulang punggung layanan kereta ringan ibu kota.
Sepanjang 2025, LRT Jakarta mencatat rata-rata 4.000 penumpang per hari. Tingkat kepuasan pelanggan konsisten menembus angka di atas 90 persen, sementara ketepatan waktu perjalanan mencapai 99 persen. Pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM), standar mutu layanan transportasi publik yang ditetapkan pemerintah, terjaga di atas 98 persen.
Direktur Utama LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, menyebut kinerja itu tak lepas dari program Kartu Layanan Gratis yang digulirkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “LRT Jakarta ditujukan untuk mengoptimalkan beralihnya orang dari transportasi pribadi ke transportasi publik,” ujar Roberto dalam program Focus on Infra di CNBC Indonesia, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga:
Rute Pegangsaan Dua-Velodrome Dominasi 50% Penumpang Harian
Dari seluruh koridor yang beroperasi, rute Pegangsaan Dua-Velodrome menjadi yang paling vital. Roberto menyebut rute ini menyumbang hampir 50 persen dari total jumlah penumpang harian, bulanan, sekaligus tahunan. Artinya, ketika satu rute ini terganggu, separuh kapasitas angkutan LRT langsung tergerus.
Kawasan yang dilalui rute ini, yakni Kelapa Gading dan Rawamangun, memang padat. Keduanya merupakan simpul permukiman, pusat perbelanjaan, dan fasilitas olahraga yang menarik pergerakan warga setiap hari.
Integrasi dengan MRT Masuk Rencana Ekspansi
LRT Jakarta saat ini sudah tersambung dengan TransJakarta dan Mikrotrans (layanan angkutan kota berbasis aplikasi yang beroperasi di koridor-koridor pendek). Ke depan, manajemen berencana memperluas integrasi itu ke moda lain, termasuk MRT Jakarta.
Roberto belum merinci jadwal atau ruas integrasi dengan MRT yang sedang disiapkan. Namun arah kebijakannya jelas: mendorong warga berpindah dari kendaraan pribadi ke jaringan transportasi publik yang saling terhubung.
Dengan rata-rata 4.000 penumpang per hari dan ambisi memperluas jangkauan ke MRT, LRT Jakarta menargetkan peningkatan utilisasi jaringan yang kini sudah berjalan di atas standar pelayanan minimum nasional.
Editor: Arif Budiman