Teras News — Volvo Trucks International menyatakan kesiapannya memperluas bisnis kendaraan berat di sektor pertambangan Indonesia, dengan mengandalkan momentum perundingan perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Produsen truk asal Swedia ini telah beroperasi di Indonesia lebih dari 40 tahun.
Senior Vice President of Volvo Trucks International, Per-Erik Lindström, menyebut perusahaannya tumbuh bersama industri dalam negeri selama empat dekade lebih. “Volvo Trucks turut tumbuh dan berkontribusi dalam perkembangan masyarakat Indonesia, mendorong pembangunan infrastruktur, pertambangan utamanya sektor batu bara, nikel dan kobalt,” kata Lindström dalam program AutoBizz, CNBC Indonesia, Selasa (12/5/2026).
IEU-CEPA Buka Peluang Truk Listrik Eropa Masuk ke Tambang RI
IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) adalah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa yang mencakup perdagangan barang, jasa, hingga investasi. Volvo memandang penyelesaian perjanjian ini sebagai jalur masuk bagi produk kendaraan komersial Eropa untuk bersaing lebih terbuka di pasar Indonesia.
Baca Juga:
Lindström menjelaskan, Volvo menargetkan pengembangan solusi transportasi berkelanjutan lewat dua pendekatan: teknologi pembakaran yang lebih hemat bahan bakar, serta kendaraan listrik penuh. Keduanya disebut relevan untuk kebutuhan operasional tambang nikel dan kobalt yang kini sedang tumbuh pesat di Indonesia.
Teknologi Combustion hingga Kendaraan Listrik untuk Operasi Tambang
Volvo menawarkan apa yang disebut “sustainable transport solution”, yakni rangkaian solusi truk mulai dari mesin berteknologi pembakaran efisien hingga armada bertenaga listrik. Di sektor pertambangan, efisiensi bahan bakar dan emisi rendah kini menjadi pertimbangan serius, terutama bagi perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan dengan target keberlanjutan lingkungan.
Bagi operator tambang di Indonesia, pilihan kendaraan berat bertenaga listrik masih terbilang baru. Infrastruktur pengisian daya di area konsesi tambang, terutama di Sulawesi dan Kalimantan, menjadi tantangan tersendiri yang belum disinggung Volvo secara spesifik.
Volvo Trucks sendiri merupakan salah satu merek kendaraan komersial berat terbesar di dunia, dengan portofolio produk mencakup truk angkut tambang berkapasitas besar hingga truk logistik perkotaan. Kehadirannya di Indonesia selama lebih dari 40 tahun menunjukkan posisi yang cukup mengakar di segmen kendaraan niaga berat.
Arah pengembangan bisnis Volvo di Indonesia kini bergantung besar pada kapan IEU-CEPA resmi ditandatangani. Negosiasi perjanjian dagang itu sudah berlangsung bertahun-tahun, dan jika selesai, tarif produk industri dari Eropa ke Indonesia berpotensi turun signifikan, yang pada gilirannya memengaruhi harga jual truk-truk Eropa di pasar lokal.
Editor: Arif Budiman