Berita

Wisatawan Mewah Tak Cari Besar Hotel, Langham Group: Indonesia Punya Potensi Besar Pariwisata Autentik

4
×

Wisatawan Mewah Tak Cari Besar Hotel, Langham Group: Indonesia Punya Potensi Besar Pariwisata Autentik

Sebarkan artikel ini

Teras News — Satu hal yang kini jelas: ukuran hotel bukan lagi tolok ukur utama. Sherona Shng, Wakil Direktur Operasi Regional Asia Langham Hospitality Group, menyebut Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan pariwisata mewah yang jauh lebih personal dan autentik dibanding yang selama ini ditawarkan industri perhotelan konvensional.

“Saya pikir di masa lalu wisatawan berwisata dengan lebih mencari ukuran hotel, visual hotel. Tapi, tren hari ini, para wisatawan mencari sesuatu yang lebih imersif, mereka ingin mencari pengalaman,” kata Shng dalam temu media di Jakarta, Selasa.

Batik hingga Kafe Kota, Ini yang Dicari Turis Kelas Atas

Bagi segmen wisatawan premium yang datang ke Indonesia, pengalaman bersentuhan langsung dengan budaya lokal jauh lebih berharga dari fasilitas kamar mewah sekalipun. Shng mencontohkan ketertarikan nyata turis terhadap batik, bukan sekadar membeli, melainkan memahami proses pembuatan dan makna motif yang tersimpan di balik kain itu.

Wisatawan yang datang sambil menjalankan urusan bisnis pun, menurut Shng, selalu menyisihkan waktu untuk menjelajahi kota. Mereka berjalan kaki menyusuri jalan, mencicipi makanan khas, memburu suvenir dengan cerita, hingga singgah di kafe atau bar yang menawarkan pemandangan kota. “Di manapun mereka pergi, mereka ingin berjalan di kota,” ujarnya.

Jakarta sendiri sudah punya modal. Kota ini dikenal dunia sebagai pusat bisnis yang ramai, dan hampir setiap tamu yang tiba di Indonesia akan melewati ibu kota, setidaknya untuk beberapa waktu. Shng menilai restoran berbintang Michelin atau yang dikelola oleh koki selebritas, ketika berada dalam satu lokasi dengan hotel, mampu mendongkrak tingkat hunian secara signifikan.

Dampak Gejolak Global Tak Banyak Sentuh Segmen Mewah Indonesia

Jesper Palmqvist, Wakil Direktur Regional Asia Pasifik STR, menambahkan perspektif berbeda. Di tengah berbagai dinamika global yang menekan banyak sektor perjalanan, pariwisata mewah yang dikelola di Indonesia terbukti lebih tahan banting.

“Indonesia menjadi salah satu negara yang nyaman untuk dikunjungi,” kata Palmqvist. Dampak gejolak dunia, ia catat, tidak terlalu spesifik dirasakan oleh segmen ini.

Ketahanan segmen premium ini bukan tanpa alasan. Wisatawan kelas atas umumnya memiliki fleksibilitas finansial yang tidak terguncang oleh volatilitas ekonomi jangka pendek, sehingga keputusan berwisata mereka lebih dipengaruhi oleh keunikan pengalaman yang ditawarkan destinasi ketimbang tekanan harga.

Bagi Indonesia, pesan dari dua pelaku industri perhotelan internasional itu cukup jelas: modal budaya dan keragaman yang dimiliki negara ini bisa menjadi daya tarik konkret di pasar pariwisata kelas atas global, asalkan pengalaman yang ditawarkan mampu melampaui sekadar kemewahan fisik.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Surya Dharma