Teras News — BYD membukukan 17.098 unit penjualan grosir sepanjang Januari–April 2026, melampaui Honda yang mencatat 15.893 unit dan menduduki posisi kelima merek terlaris nasional. Pencapaian ini menjadikan produsen kendaraan listrik asal China itu sebagai ancaman nyata bagi merek-merek Jepang yang selama puluhan tahun mendominasi pasar otomotif Indonesia.
Data wholesales (penjualan dari pabrikan ke dealer) yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan diakses Jumat menunjukkan lonjakan drastis. Pada periode yang sama tahun lalu, BYD hanya mencatat 9.214 unit. Dalam setahun, angkanya nyaris dua kali lipat.
Jaecoo Masuk 7 Besar Hanya dalam 4 Bulan
Kejutan berikutnya datang dari Jaecoo. Merek China yang baru masuk Indonesia pada awal 2025 ini langsung mencetak 11.284 unit dalam empat bulan pertama 2026, menempatkannya di posisi ketujuh nasional. Jaecoo kini hanya satu peringkat di bawah Honda, merek yang sudah lebih dari 50 tahun beroperasi di pasar tanah air.
Baca Juga:
Merek-merek China lainnya juga mencatat pertumbuhan. Wuling membukukan 5.178 unit, Geely 4.703 unit, dan Chery 4.348 unit. Geely mencatat lompatan paling ekstrem: dari 405 unit pada Januari–April 2025 menjadi 4.703 unit di periode yang sama tahun ini.
Kontribusi merek-merek kecil pun mulai terasa. AION mencatat 3.032 unit, Denza 2.149 unit, GWM 1.127 unit, Jetour 947 unit, dan Xpeng 853 unit. BAIC membukukan 235 unit, Changan 207 unit. Xpeng sendiri sudah hampir menyamai total penjualannya sepanjang 2025 yang hanya 894 unit, padahal 2026 baru berjalan empat bulan.
Gabungan Merek China Tembus 50.000 Unit, Toyota Tetap Teratas
Jika seluruh merek China dijumlahkan, total wholesales mereka menembus lebih dari 50.000 unit selama Januari–April 2026. Angka itu keluar dari total wholesales nasional yang tercatat 289.787 unit pada periode tersebut.
Toyota masih memimpin jauh di puncak dengan 86.270 unit, disusul Daihatsu di posisi kedua dengan 48.280 unit. Dominasi Toyota belum tergoyahkan, tapi tekanan dari bawah semakin nyata.
Penetrasi merek-merek China paling terasa di segmen kendaraan listrik dan hybrid, dua kategori yang justru tumbuh pesat seiring kebijakan pemerintah mendorong elektrifikasi kendaraan bermotor. BYD, yang fokus di segmen ini, menjadi penerima manfaat terbesar dari pergeseran tren tersebut.
Dengan total pasar yang mencapai hampir 290.000 unit dalam empat bulan, persaingan di paruh kedua 2026 diprediksi semakin ketat, terutama setelah sejumlah merek China mengumumkan rencana penambahan lini produk baru di Indonesia tahun ini.
Editor: Arif Budiman