Berita

Yakuza Maneges Dideklarasikan di Kediri: Gerakan Dakwah untuk ‘Santri Jalur Kiri’ ala Gus Thuba

11
×

Yakuza Maneges Dideklarasikan di Kediri: Gerakan Dakwah untuk ‘Santri Jalur Kiri’ ala Gus Thuba

Sebarkan artikel ini

Teras News — Satu nama langsung memancing perhatian publik begitu deklarasinya tersiar luas: Yakuza Maneges. Organisasi yang baru saja resmi berdiri di Kota Kediri, Jawa Timur, ini memilih nama yang identik dengan sindikat kriminal terorganisir asal Jepang — namun tujuannya justru sebaliknya: merangkul masyarakat marginal melalui gerakan sosial dan spiritual.

Deklarasi itu berlangsung di Kediri dan dihadiri oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, yang hadir memberikan sambutan atas kelahiran komunitas tersebut. Kabar ini mulai ramai diperbincangkan pada Jumat (15/5/2026), sebagaimana dilaporkan Detikcom.

Gus Thuba: Tokoh di Balik Nama Kontroversial

Organisasi ini berdiri di bawah pimpinan Gus Thuba, yang memiliki nama lengkap Thuba Topo Broto Maneges. Ia dikenal sebagai tokoh muda yang dekat dengan dunia spiritualitas dan kultur pesantren. Nama belakangnya, “Maneges”, turut menjadi bagian dari identitas organisasi yang ia dirikan.

Inspirasi Gus Thuba bersumber dari sosok Gus Miek, ulama kharismatik asal Kediri yang dikenal dengan pendekatan dakwahnya yang tidak konvensional. Gus Miek semasa hidupnya dikenal kerap bergaul dengan kalangan yang dianggap masyarakat sebagai “orang pinggiran” — preman, pelaku kejahatan kecil, hingga mereka yang tersisih dari lingkungan sosial. Pendekatan itulah yang kini diadopsi Gus Thuba sebagai metodologi dakwah Yakuza Maneges.

Hubungan Gus Thuba dengan Gus Miek bersifat spiritual dan ideologis, bukan hubungan darah. Gus Thuba mewarisi cara pandang bahwa orang-orang yang dicap “nakal”, “preman”, atau “terbuang” bukan objek penghakiman, melainkan justru ladang dakwah yang sesungguhnya.

“Santri Jalur Kiri” Jadi Sasaran Utama Gerakan

Dalam sambutannya saat deklarasi, Gus Thuba menjelaskan langsung visi organisasi yang ia pimpin.

“Di bawah pimpinan saya, organisasi ini berdiri dengan semangat spiritual dan kemanusiaan yang kuat. Yakuza Maneges merupakan tempat bagi saudara-saudara kita yang sering kita sebut sebagai santri jalur kiri,” kata Gus Thuba, seperti dikutip dari Detikcom.

Istilah “santri jalur kiri” merujuk pada mereka yang selama ini jauh dari lingkungan keagamaan formal — bukan karena menolak nilai spiritual, melainkan karena tidak pernah mendapat ruang untuk masuk ke dalamnya. Yakuza Maneges memposisikan diri sebagai pintu itu.

Nama Yakuza Dipilih Secara Sadar

Pemilihan nama “Yakuza” memang disengaja. Gus Thuba tidak menghindari kontroversi yang melekat pada kata tersebut. Justru dengan memakainya, ia ingin menegaskan bahwa komunitas ini hadir untuk mereka yang selama ini terlanjur diberi label negatif oleh masyarakat.

Yakuza dalam konteks Jepang merujuk pada organisasi kejahatan terstruktur yang telah beroperasi selama berabad-abad dan terkenal di seluruh dunia. Namun Gus Thuba mengambil stigma itu dan membaliknya menjadi simbol penerimaan terhadap mereka yang terpinggirkan.

Yakuza Maneges kini resmi berdiri sebagai wadah pemberdayaan dan dakwah inklusif di Kediri. Publik, termasuk kalangan pesantren dan pengamat gerakan sosial keagamaan, menunggu seperti apa langkah nyata komunitas ini ke depan dalam menjangkau kelompok yang selama ini luput dari perhatian.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma