Berita

Bunga Kredit PNM Mekaar Dipangkas dari 24 Persen Jadi di Bawah 9 Persen, Prabowo: Orang Miskin Tak Boleh Bayar Lebih Mahal

7
×

Bunga Kredit PNM Mekaar Dipangkas dari 24 Persen Jadi di Bawah 9 Persen, Prabowo: Orang Miskin Tak Boleh Bayar Lebih Mahal

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jutaan ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang selama ini menanggung bunga pinjaman 24 persen per tahun dari program PNM Mekaar bakal mendapat keringanan besar. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penurunan suku bunga program tersebut hingga di bawah 9 persen, memangkas beban cicilan yang selama ini dinilai memberatkan keluarga prasejahtera.

Instruksi itu disampaikan Prabowo saat berpidato di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Presiden menyebut kebijakan ini sebagai keputusan politik yang ia ambil langsung, bukan sekadar wacana.

“Ini keputusan politik, saya sudah ambil bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga prasejahtera, dari 24 persen kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen,” kata Prabowo.

Prabowo Sorot Ketimpangan: Kaya 9 Persen, Miskin 24 Persen

Prabowo terang-terangan mempersoalkan ketidakadilan dalam sistem pembiayaan yang selama ini berlaku. Pengusaha besar dengan modal jumbo justru menikmati bunga rendah, sedangkan ibu-ibu di kampung yang meminjam jutaan rupiah untuk modal jualan harus menanggung bunga tiga kali lipatnya.

“Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen, orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, saya tidak paham,” ucapnya.

PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) adalah program kredit kelompok yang menyasar perempuan dari keluarga prasejahtera. Program ini dijalankan PT Permodalan Nasional Madani, perusahaan milik negara di bawah Kementerian BUMN, dan menjangkau jutaan nasabah di seluruh Indonesia.

Deregulasi dan Percepatan Izin Usaha Ikut Dikejar

Prabowo tidak berhenti di soal bunga. Ia juga meminta seluruh kementerian dan lembaga memangkas hambatan birokrasi yang ia nilai sudah terlalu lama memperlambat roda investasi.

“Cari jalan untuk perbaiki sistem, kurangi ketidakefisienan, permudah perizinan, jangan persulit. Pengusaha mau bekerja dan investasi, tapi kadang-kadang menunggu izin sampai 1 tahun, 2 tahun,” kata Presiden.

Untuk mendorong percepatan itu, Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membentuk satuan tugas deregulasi khusus yang bertugas menyederhanakan aturan-aturan yang tumpang tindih. Presiden memisahkan antara pengusaha nakal yang perlu ditertibkan dan pengusaha jujur yang justru harus dibantu penuh.

“Yang nakal kita tertibkan, tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja, harus dibantu,” lanjutnya.

Prabowo Optimistis Ekonomi Nasional Menguat

Di penghujung pidatonya, Prabowo menyampaikan keyakinan bahwa pemerintah mampu menjalankan semua perubahan ini dengan anggaran yang ada sekarang.

“Percaya, sebentar lagi uang kita cukup. Dengan alokasi yang ada sekarang saja kita sudah bisa berbuat banyak, dan kita akan berbuat lebih dari ini,” tutup Presiden.

Publik kini menunggu realisasi teknis dari instruksi tersebut, termasuk kapan perubahan suku bunga PNM Mekaar resmi diberlakukan dan bagaimana mekanisme penyesuaiannya bagi jutaan nasabah aktif yang sudah berjalan.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Ratna Dewi