Teknologi

China Tembus 20,7 Juta Konektor Pengisian EV, Indonesia Kejar dengan 4.655 SPKLU Baru di 2025

8
×

China Tembus 20,7 Juta Konektor Pengisian EV, Indonesia Kejar dengan 4.655 SPKLU Baru di 2025

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jaringan pengisian kendaraan listrik (EV) China menyentuh angka 20,7 juta konektor per akhir Januari 2026 — naik 49,6 persen dari tahun sebelumnya. Di Indonesia, PLN menambah 4.655 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2025.

Data resmi dari Administrasi Energi Nasional (National Energy Administration/NEA) China merinci angka itu: 4,8 juta konektor bersifat publik dan 15,9 juta lainnya merupakan fasilitas privat. Pertumbuhan keduanya masing-masing tercatat 31,2 persen dan 56,1 persen secara tahunan.

China Bidik 28 Juta Fasilitas Pengisian pada Akhir 2027

Pemerintah China tidak berhenti di situ. Rencana Aksi Infrastruktur Pengisian EV 2025–2027 yang sudah diluncurkan menarget 28 juta fasilitas pengisian daya dengan kapasitas pengisian publik lebih dari 300 juta kilowatt — cukup untuk mengakomodasi lebih dari 80 juta kendaraan listrik.

Wang Hongzhi, kepala NEA China, menyebut proyek besar ini bagian dari strategi nasional. “Pembangunan infrastruktur pengisian daya EV merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik dan mempercepat transisi energi bersih di seluruh sektor transportasi,” katanya dalam konferensi pers.

Pejabat NEA lainnya, Zhang Xing, menambahkan bahwa pertumbuhan jaringan pengisian daya berjalan seiring meningkatnya popularitas kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEV) — istilah yang merujuk pada kendaraan berbasis baterai listrik, hybrid plug-in, dan hidrogen — di kalangan masyarakat China. Ekspansi juga menyentuh jaringan jalan tol nasional, memudahkan pengguna yang menempuh perjalanan jarak jauh.

SPKLU Indonesia Naik 299 Persen dalam Setahun, Kini di 3.007 Titik Lokasi

Indonesia bergerak lebih cepat dari yang banyak orang sadari. PT PLN (Persero) mencatat SPKLU tumbuh dari 1.081 unit pada 2023 menjadi 3.233 unit pada 2024 — lompatan 299 persen dalam satu tahun.

Fasilitas home charging services (HCS) atau pengisian daya di rumah ikut melonjak: dari 9.393 unit menjadi 28.356 unit dalam periode yang sama. Sepanjang 2025, PLN bersama mitra operasionalnya menambah 4.655 SPKLU baru, naik sekitar 44 persen dibanding tahun sebelumnya. Total jangkauan kini mencakup 3.007 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Bagi pemilik kendaraan listrik di Indonesia, pertambahan titik pengisian ini berarti berkurangnya risiko kehabisan daya di tengah perjalanan — salah satu kekhawatiran utama yang selama ini menghambat minat beli kendaraan listrik.

Dilansir dari laporan Antara.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma