Berita

Di Museum Kartini Rembang, Nawal Yasin Serukan Perempuan Jateng Jaga Warisan Emansipasi 1912

3
×

Di Museum Kartini Rembang, Nawal Yasin Serukan Perempuan Jateng Jaga Warisan Emansipasi 1912

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyerukan kebangkitan nilai-nilai perjuangan RA Kartini kepada kaum perempuan Jawa Tengah dalam talkshow peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Museum RA Kartini, Kabupaten Rembang, Senin (20/4).

Acara bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” itu menghadirkan Nawal sebagai pembicara. Usai kegiatan, ia menegaskan bahwa Kartini bukan sekadar simbol sejarah, melainkan panduan hidup yang masih relevan sampai hari ini.

Kartini Dirikan Sekolah Perempuan Pertama di Semarang pada 1912

Nawal mengingatkan salah satu tonggak perjuangan Kartini yang kerap luput dari perhatian publik: pendirian sekolah perempuan pertama pada 1912 di Semarang, di tengah era yang nyaris menutup seluruh ruang gerak kaum perempuan.

Kartini juga punya sisi religiusitas yang dalam. Pada usia muda, ia belajar agama kepada Kiai Soleh Darat — ulama besar Semarang abad ke-19 — dan turut mendorong lahirnya kitab tafsir Al-Qur’an berjudul Faidur Rahman. Dari dua dimensi itu, Nawal menyimpulkan bahwa perempuan masa kini dituntut memiliki lebih dari sekadar kepintaran akademik.

“Maka perempuan itu bukan hanya berilmu ya, harus memiliki karakter yang baik. Seperti acara saat ini dengan tema integritas, perempuan juga perlu memiliki spiritualitas yang baik,” ujar istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, itu.

Nawal Dorong Perempuan Lawan KDRT dan Kekerasan Seksual

Seruan Nawal tidak berhenti pada tataran historis. Ia secara eksplisit mendorong perempuan Jawa Tengah untuk aktif memerangi kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan poligami, sekaligus terus menyuarakan isu kesetaraan gender.

“Kartini masa kini harus bisa menjadi pelindung perempuan sekitarnya, bisa memberdayagunakan perempuan sekitarnya seperti saat ini,” katanya.

Nawal juga mengaitkan semangat Kartini dengan agenda pembangunan Jawa Tengah di bawah Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Perempuan, menurutnya, harus turut berkontribusi dalam pembangunan daerah — bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai pelaku aktif.

“Kartini bisa berpikir melampaui zamannya. Kartini bisa memiliki visi-visi yang sampai sekarang ini relevan. Dan beliau sudah memancarkan cahayanya, sehingga wanita-wanita pada saat ini harapannya bisa lebih menghidupkan cahaya-cahaya Kartini,” ucap Nawal.

Nawal saat ini juga menjabat sebagai Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah. “Maka ini menjadi pesan, untuk kita terus memperjuangkan nilai-nilai Kartini sampai hari ini,” pungkasnya.

Dilansir dari laporan Jateng Prov.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Arif Budiman