Teras News — Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap 14 individu dan perusahaan yang dituduh membantu Iran memperoleh persenjataan dan membangun kembali cadangan rudal balistiknya. Pengumuman resmi Kementerian Keuangan AS itu dirilis Selasa (22/4/2026) waktu setempat.
Target sanksi tersebut berbasis di tiga negara: Iran, Turki, dan Uni Emirat Arab. Mereka dinilai terlibat dalam pengadaan maupun pengiriman senjata atau komponen militer atas nama Teheran. Sanksi juga menyasar sejumlah pesawat yang diduga digunakan dalam jaringan pengiriman tersebut.
Persediaan Rudal Iran Terkuras, Teheran Berupaya Mengisi Ulang
Kementerian Keuangan AS menyebut langkah ini diambil setelah serangan gabungan AS-Israel yang menguras persediaan rudal balistik Iran secara signifikan. Washington khawatir Teheran kini aktif mencari jalur alternatif untuk memulihkan kapasitas produksinya.
Baca Juga:
“Seiring Amerika Serikat terus menguras persediaan rudal balistik Iran, rezim tersebut berupaya membangun kembali kapasitas produksinya,” demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Keuangan AS, dilansir Reuters.
AS juga menyoroti pergeseran taktik militer Iran. Teheran kini semakin mengandalkan drone Shahed — kendaraan udara tak berawak (UAV) serangan satu arah yang dirancang untuk misi tanpa kembali — ketimbang rudal konvensional.
“Iran makin bergantung pada kendaraan udara tak berawak (UAV) serangan satu arah seri Shahed untuk menargetkan Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk infrastruktur energi di kawasan,” lanjut pernyataan tersebut.
Trump Perpanjang Gencatan Senjata atas Permintaan Pakistan
Di tengah pengetatan sanksi itu, Presiden AS Donald Trump justru memilih memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Keputusan itu diambil hanya beberapa jam sebelum masa gencatan senjata sebelumnya berakhir.
Trump menyebut perpanjangan ini dilakukan atas permintaan Pakistan, yang selama ini berperan sebagai mediator dalam negosiasi kedua negara. Tujuannya memberi ruang bagi Iran untuk menyusun proposal perdamaian yang lebih konkret.
“Saya telah menyetujui permintaan Pakistan ‘untuk menahan serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun sebuah proposal yang terpadu,'” tulis Trump di media sosialnya.
Sanksi baru ini datang bersamaan dengan perpanjangan gencatan senjata tersebut — dua jalur tekanan yang AS jalankan sekaligus: militer-diplomatik lewat gencatan senjata, dan ekonomi lewat pembekuan aset serta larangan transaksi bagi jaringan pengadaan senjata Iran.
Dilansir dari laporan CNBC Indonesia dan Reuters.
Berita Terkait
Editor: Ratna Dewi