Teras News — Rostov-on-Don, 29 Juni 2026 — Antrean panjang kendaraan memadati stasiun pengisian bahan bakar di Rostov-on-Don dan Krimea, dua dari lebih 10 wilayah di Rusia yang mengalami kelangkaan bahan bakar akibat berkurangnya produksi di kilang-kilang utama di tengah konflik Rusia-Ukraina.
Krisis BBM ini mencuat justru di negara yang tercatat sebagai produsen minyak terbesar ketiga di dunia. Serangan Ukraina terhadap sejumlah kilang minyak Rusia disebut sebagai pemicu utama menyusutnya pasokan bensin dan solar ke daerah-daerah.
Tatiana Sedykh, warga Rostov-on-Don, mengaku baru pertama kali merasakan antrean sepanjang ini hanya untuk mengisi bahan bakar. “Ini adalah pertama kalinya saya harus mengantre panjang untuk mengisi bahan bakar. Saya mengendarai kendaraan diesel dan diesel lebih sering tersedia daripada bensin. Tetapi jika kekurangan terus berlanjut, saya mungkin akan mempertimbangkan untuk berjalan kaki ke tempat kerja daripada mengendarai kendaraan,” ujarnya.
Baca Juga:
Dalam beberapa pekan terakhir, harga bensin di Rusia melonjak tajam. Beberapa jenis bahan bakar bahkan telah melampaui harga rata-rata di Amerika Serikat, berdasarkan data yang dilaporkan Reuters. Ini menjadi pukulan tersendiri bagi pemerintah Rusia yang selama ini berupaya keras menekan harga eceran bensin dan solar agar tetap terjangkau di dalam negeri.
Kenaikan harga BBM merupakan isu yang sangat sensitif secara politik bagi Moskow, mengingat posisi Rusia sebagai salah satu eksportir energi terbesar di dunia.
Berita Terkait
Editor: Arif Budiman