Internasional

191 Juta Warga Eropa Terpanggang Suhu 40°C, 1.000 Orang Tewas Hanya dalam 3 Hari di Prancis

8
×

191 Juta Warga Eropa Terpanggang Suhu 40°C, 1.000 Orang Tewas Hanya dalam 3 Hari di Prancis

Sebarkan artikel ini

Teras News — Lebih dari 191 juta orang di seluruh Eropa terpaksa bertahan di bawah suhu 35 derajat Celsius atau lebih ketika gelombang panas ekstrem menerjang benua itu pada 28 Juni 2026, memecahkan sejumlah rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah dan merenggut ribuan nyawa dalam hitungan hari.

Jerman mencatat suhu 41,7 derajat Celsius di kota Coschen. Ceko menembus 41,9 derajat Celsius di Doksany. Di Słubice, Polandia, termometer menyentuh 40,5 derajat Celsius, menghapus rekor yang telah bertahan 105 tahun sejak 1921. Rekor-rekor itu bukan sekadar angka di layar meteorologi, melainkan pemicu bencana berantai: kebakaran hutan yang meluas, ledakan amunisi sisa Perang Dunia Kedua di wilayah Traisen, Austria, hingga pemadaman listrik massal yang melumpuhkan puluhan ribu rumah.

Institut Hidrometeorologi Ceko memperingatkan bahwa krisis belum mencapai puncaknya. “Suhu terus meningkat, ini belum menjadi batas maksimum akhir,” demikian pernyataan resmi lembaga itu pada 28 Juni siang.

Prancis mencatat korban paling masif. Badan Kesehatan Masyarakat Nasional Prancis merekam 1.000 kematian tambahan hanya dalam rentang tiga hari, antara 24 hingga 27 Juni. Mayoritas korban meninggal sendirian di dalam rumah, terutama di kawasan padat seperti Île-de-France yang meliputi Paris dan wilayah sekitarnya. Angka itu diyakini masih akan terus bertambah.

Badan Kesehatan Prancis menyoroti kelompok paling rentan yang luput dari perhatian publik. “Ini menjadi pengingat akan perlunya tindakan solidaritas terhadap orang-orang yang terisolasi atau mengalami kesepian yang mendalam, termasuk di area yang sangat urban,” tulis lembaga itu dalam rilis resminya.

Tekanan terhadap layanan darurat meledak. Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez mengungkapkan bahwa armada ambulans negaranya merespons lebih dari 122.000 panggilan darurat selama puncak gelombang panas. Spanyol, di ujung barat Eropa, mengonfirmasi setidaknya 327 kematian yang terkait langsung dengan bencana ini.

Philippe Juvin, dokter darurat sekaligus anggota parlemen Prancis, memperingatkan bahwa jumlah korban sesungguhnya jauh lebih besar dari yang tercatat. “Kemungkinan masih ada orang-orang di dalam rumah mereka yang berada dalam kondisi koma, atau telah meninggal dunia, yang mungkin baru akan ditemukan pada pekan depan,” katanya.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Arif Budiman