Teras News — Satu kali — dan itu sudah cukup untuk menarik perhatian kawasan. Kapal induk China untuk pertama kalinya di sepanjang 2025 melakukan manuver di Selat Taiwan, perairan yang selama ini menjadi titik ketegangan antara Beijing dan sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.
Manuver Pertama di 2025 di Perairan Paling Sensitif Asia
Selat Taiwan, jalur perairan sempit sepanjang sekitar 180 kilometer yang memisahkan daratan China dan Pulau Taiwan, bukan sekadar rute pelayaran biasa. Kawasan ini adalah salah satu titik panas geopolitik paling diawasi di dunia, tempat di mana setiap pergerakan militer dibaca sebagai pesan oleh Washington, Taipei, Tokyo, hingga Manila.
Penampakan kapal induk China di selat ini — untuk pertama kalinya tahun ini — datang di tengah persaingan yang kian mengeras antara Beijing dan jaringan sekutu AS di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Rivalitas di Atas Laut yang Terus Memanas
China selama ini secara konsisten memperkuat kehadiran armada lautnya di Laut China Timur dan Laut China Selatan. Kehadiran kapal induk di Selat Taiwan menambah daftar panjang manuver militer Beijing yang merespons aktivitas angkatan laut AS dan mitranya di kawasan.
AS sendiri rutin mengirimkan kapal perang melewati Selat Taiwan dalam misi yang disebut sebagai freedom of navigation operations (operasi kebebasan navigasi) — operasi yang menegaskan hak lintas bebas di perairan internasional. Beijing secara konsisten mengecam misi-misi tersebut.
Keaslian rincian manuver ini, termasuk identitas kapal induk yang terlibat dan durasi operasinya, belum diverifikasi secara independen.
Berita Terkait
Editor: Ratna Dewi