Berita

Warga Binaan dari Ukraina hingga Argentina Ikut Pelatihan Sanggul Bali di Lapas Kerobokan

9
×

Warga Binaan dari Ukraina hingga Argentina Ikut Pelatihan Sanggul Bali di Lapas Kerobokan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Dua ratus lima puluh delapan warga binaan dari 12 negara yang menghuni Lapas Perempuan Kelas II-A Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, merayakan Hari Kartini dengan cara berbeda — belajar merias wajah dan menata sanggul adat Bali, Selasa (22/4).

Sebanyak 20 perwakilan warga binaan, termasuk perempuan berkewarganegaraan Ukraina, Thailand, dan Argentina, mengenakan kebaya, selendang, dan kain kemben saat mengikuti pelatihan tata rias dan sanggul yang dipandu langsung oleh praktisi salon yang didatangkan khusus dari luar lapas.

Pertama Kali Coba Sanggul Bali, Warga Binaan Thailand Akui Kesulitan

Bagi sebagian peserta asing, pelatihan ini bukan pengalaman yang mudah. Kasarin Khamkhao, warga binaan asal Thailand yang sudah menjalani tujuh tahun dari total 16 tahun vonis kasus narkoba, mengaku kesulitan mengikuti teknik sanggul Bali yang sama sekali baru baginya.

“Biasanya saya terbiasa tata rias alami untuk hari biasa, tapi ini pelatihan sanggul Bali untuk kebutuhan berbeda, jadi agak beda karena pertama kali jadi lumayan susah,” kata Kasarin.

Para peserta bergiliran saling merias satu sama lain. Usai sesi pelatihan, mereka tampil bak peragawati — berlenggak-lenggok di aula lapas sambil membawa hasil kerajinan tangan berupa tas, syal rajutan, kipas tangan, dan produk makanan ringan seperti kue pie susu.

Setiap Pelatihan Berbuah Sertifikat Keterampilan

Kepala Lapas Perempuan Kelas II-A Ni Luh Putu Andiyani menyebut pelatihan ini bukan sekadar perayaan seremonial. Setiap peserta yang menyelesaikan sesi keterampilan akan mendapatkan sertifikat resmi.

“Setiap dapat pelatihan mereka dapat sertifikat sebagai bukti mereka dapat pelatihan keterampilan,” ujar Ni Luh Putu Andiyani di sela peringatan Hari Kartini di Kerobokan.

Program pembinaan kemandirian di lapas ini tidak berhenti di pelatihan salon. Warga binaan perempuan juga dilatih membuat keripik tempe, merawat kuku, membuat kue, hingga beternak ayam, membudidayakan lele, dan berkebun melon serta anggur.

Lapas Dihuni Dua Kali Lipat Kapasitas Normal

Di balik semarak perayaan, ada fakta yang tidak bisa diabaikan. Lapas Perempuan Kelas II-A Kerobokan sejatinya hanya dirancang menampung 120 orang — namun kini dihuni oleh 258 warga binaan dari 12 negara, atau lebih dari dua kali lipat kapasitas normalnya.

Pada peringatan Hari Kartini ini, sebanyak 80 perwakilan warga binaan juga mengikuti sesi literasi berupa penyuluhan spiritual dan pemahaman politik. Sejumlah warga binaan turut menampilkan Tari Nusantara sebagai ekspresi kreativitas selama masa pembinaan di dalam lapas.

Dilansir dari laporan Antara.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi