Berita

Gubernur Ahmad Luthfi Gandeng NU Jateng, Sinergi Dimulai Jauh Sebelum Jadi Gubernur

12
×

Gubernur Ahmad Luthfi Gandeng NU Jateng, Sinergi Dimulai Jauh Sebelum Jadi Gubernur

Sebarkan artikel ini

Teras News — Warga Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah tercatat sebagai yang terbanyak kedua secara nasional, hanya kalah dari Jawa Timur. Potensi besar itulah yang ingin dirangkul Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam agenda pembangunan daerah — dan ia mengaku hubungan dengan para kiai serta tokoh NU sudah terjalin jauh sebelum kursi gubernur ia duduki.

Pernyataan itu disampaikan Luthfi saat hadir dalam acara “Halalbihalal Ngumpulke Balung Pisah Warga NU se-Jateng”, yang digelar di Hotel Pandanaran, Kota Semarang, Minggu (19/4) malam. Acara ini mempertemukan warga nahdliyin dari berbagai latar belakang profesi di seluruh Jawa Tengah.

Sinergi Gubernur Luthfi dan NU: Dari Sebelum Menjabat Hingga Kini

Luthfi hadir bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang akrab dipanggil Gus Yasin. Turut hadir Ketua Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) dan MUI Jawa Tengah Ahmad Darodji, Wakil Wali Kota Semarang Izwar Aminuddin, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, perwakilan partai politik, serta Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah Abdul Ghaffar Rozin.

Luthfi menyebut kerja sama dengan para kiai dan warga nahdliyin bukan sesuatu yang baru. Hubungan itu sudah terbangun lama. Setelah resmi menjabat gubernur, kerja sama itu ia perkuat lebih jauh. Bidang yang disasar meliputi penguatan peran ulama, edukasi masyarakat, penjagaan stabilitas sosial, hingga pengembangan ekonomi warga.

“Saya bersama Gus Yasin senang, mengumpulkan balung pisah ini adalah tradisi yang harus diuri-uri. Berbagai tokoh beda profesi, bisa kumpul dengan semangat bersama,” kata Luthfi.

Ngumpulke Balung Pisah — frasa dalam bahasa Jawa yang bermakna “mengumpulkan kembali tulang-tulang yang tercerai-berai” — merupakan ungkapan untuk menggambarkan reuni atau pertemuan kembali orang-orang yang sudah lama berpisah.

PWNU: Warga NU Jateng Terbanyak Kedua, Komunikasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Abdul Ghaffar Rozin, Ketua PWNU Jawa Tengah, menegaskan luasnya sebaran warga NU di provinsi ini. Mereka tak hanya aktif di lingkungan pesantren, tapi sudah merambah berbagai profesi. Kondisi itu membuat koordinasi antarsesama nahdliyin menjadi keharusan, bukan sekadar pilihan.

“Tantangan yang harus diselesaikan itu banyak sekali. Maka menyatulah. Semakin besar, semakin rukun, dan bermanfaat bagi nahdliyin dan masyarakat secara umum,” ujar Rozin.

Luthfi sendiri melihat NU sebagai kekuatan pembentuk karakter masyarakat. Para kiai dan santri di dalamnya, menurutnya, punya peran sentral yang tidak bisa diabaikan dalam proses pembangunan Jawa Tengah.

Dilansir dari laporan Humas Jawa Tengah.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Arif Budiman