Internasional

Video Call Kamis Malam, Keluarga Thoudy Badai Pastikan Jurnalis WNI Selamat Usai Ditahan Israel

6
×

Video Call Kamis Malam, Keluarga Thoudy Badai Pastikan Jurnalis WNI Selamat Usai Ditahan Israel

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jurnalis foto asal Indonesia, Thoudy Badai Rifanbillah, dipastikan selamat setelah sempat ditahan otoritas militer Israel saat meliput misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Kepastian itu diperoleh keluarganya lewat video call pada Kamis (21/5) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Ibu Thoudy, Hany Hanifa Humanisa, mengungkapkan momen tersebut berlangsung singkat tapi cukup untuk meyakinkan seluruh keluarga. “Video call langsung dan kabar dari Thoudy itu Kamis malam sekitar jam 21.30 WIB. Itu benar-benar tidak menyangka. Kita bisa yakin selamat karena langsung ngobrol, dengar suaranya, dan lihat wajahnya melalui layar,” katanya di Bandung, Jumat (23/5).

Thoudy Kini di Turki, Gunakan Perangkat KJRI

Thoudy saat ini berada di Turki. Ia menghubungi keluarga menggunakan perangkat milik staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat, yang juga dipakai bergantian oleh para relawan lain untuk menghubungi keluarga masing-masing.

Karena antrean panjang, percakapan tak sempat berlangsung lama. “Tidak banyak cerita, cuma say hello, menanyakan kabar. Katanya juga sedang antre, jadi HP itu dipakai untuk semua relawan yang ingin menghubungi keluarganya. Jadi cuma nanya kabar, ketawa-ketawa, tidak banyak bicara,” ujar Hany.

Secara umum kondisi Thoudy terlihat baik. Namun keluarga mencatat satu hal yang masih mengganjal. “Yang kelihatan sih sehat secara fisik. Cuma ada yang notice kaki Thoudy seperti pincang jalannya, tapi kami tidak ingin berspekulasi,” kata Hany. Pemeriksaan kesehatan lanjutan di Turki masih berlangsung.

Seluruh Relawan WNI Sudah Bebas, Jadwal Pulang Belum Pasti

Proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan membuat jadwal kepulangan ke Indonesia belum bisa dipastikan. Keluarga masih menunggu konfirmasi resmi soal tanggal keberangkatan Thoudy dari Turki ke tanah air.

Di tengah penantian itu, Hany menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri, yang dinilai bergerak cepat menangani kasus ini. “Ada pihak Kemenlu yang menghubungi saya dan menyampaikan respons positif. Saya mengapresiasi upaya negosiasi yang dilakukan membuahkan hasil. Buktinya sekarang kita ketahui semua relawan sudah dibebaskan, walaupun masih transit di Turki,” ucapnya.

Apresiasi serupa disampaikan kepada media dan organisasi yang turut membantu proses pembebasan.

Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 adalah misi kemanusiaan internasional yang berupaya menembus blokade laut Israel untuk menyalurkan bantuan ke Gaza. Sejumlah relawan dan jurnalis dari berbagai negara bergabung dalam misi ini, termasuk beberapa warga negara Indonesia.

Kini seluruh perhatian keluarga tertuju pada satu hal: kepulangan Thoudy. Proses administrasi di Turki yang masih berjalan menjadi penentu kapan jurnalis muda itu bisa kembali memeluk keluarganya di Indonesia.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Arif Budiman