Teras News — Kamis (21/5/2026), kapal perang Rusia dan sebuah kapal selam nuklir bergerak di lokasi yang dirahasiakan sebagai bagian dari latihan kekuatan nuklir besar-besaran yang digelar Moskow selama tiga hari. Latihan ini mencakup darat, laut, dan udara, melibatkan rudal-rudal strategis berkemampuan nuklir di sejumlah wilayah Rusia dan Belarus.
Kementerian Pertahanan Rusia merilis rekaman yang memperlihatkan kendaraan peluncur rudal melaju di kawasan hutan, jet tempur berkemampuan nuklir lepas landas dari pangkalan udara, serta armada kapal beroperasi di lautan. Latihan itu, menurut Moskow, adalah simulasi pelaksanaan tugas tempur nyata yang mencakup prosedur peluncuran rudal.
Kinzhal Dipasang di MiG-31, Amunisi Nuklir Dikirim ke Belarus
Salah satu momen yang paling mencolok dalam rekaman tersebut adalah proses pemasangan rudal hipersonik Kinzhal pada jet tempur MiG-31. Kinzhal adalah rudal hipersonik buatan Rusia yang diklaim mampu melesat hingga sepuluh kali kecepatan suara dan sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.
Baca Juga:
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut formasi yang terlibat dalam latihan ini sangat luas: pasukan rudal strategis, Armada Utara dan Pasifik, penerbangan jarak jauh, serta Distrik Militer Leningrad dan Pusat. Moskow turut mengumumkan bahwa amunisi nuklir telah dikirim ke fasilitas penyimpanan lapangan di Belarus sebagai bagian dari skenario latihan.
Latihan ini berlangsung sejak Selasa, tiga hari sebelum rekaman dirilis ke publik.
Peringatan ke Barat di Tengah Konflik Ukraina
Gelar kekuatan ini bukan terjadi di ruang hampa. Rusia masih terlibat konflik berkepanjangan dengan Ukraina, dan negara-negara Barat terus mengalirkan bantuan militer ke Kyiv. Presiden Vladimir Putin dalam berbagai kesempatan telah secara eksplisit mengingatkan soal kapabilitas nuklir Rusia sebagai isyarat agar Barat menahan diri dari memperluas dukungan tersebut.
Latihan nuklir semacam ini bukan pertama kali digelar Rusia sejak perang Ukraina meletus pada Februari 2022. Sebelumnya, Moskow juga pernah mengumumkan latihan serupa sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan dari aliansi NATO.
Kremlin Kecam Pernyataan Menlu Lithuania soal Kaliningrad
Di tengah berlangsungnya latihan, Kremlin merespons keras pernyataan Menteri Luar Negeri Lithuania, Kestutis Budrys. Budrys menyebut NATO perlu menunjukkan kemampuan menembus Kaliningrad, eksklave Rusia yang terjepit di antara Lithuania dan Polandia dan menjadi markas Armada Baltik Rusia.
Kremlin mengecam pernyataan itu. Kaliningrad selama ini menjadi titik geopolitik yang sensitif karena letaknya yang terisolasi dari daratan utama Rusia namun berbatasan langsung dengan dua negara anggota NATO.
Ketegangan antara Rusia dan NATO terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan kedua pihak saling memperlihatkan kekuatan militer masing-masing. Latihan nuklir tiga hari ini menempatkan dinamika tersebut pada titik yang kian sulit diprediksi.
Editor: Surya Dharma