Berita

21 Mei 1998: BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden Tepat Setelah Soeharto Mundur

8
×

21 Mei 1998: BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden Tepat Setelah Soeharto Mundur

Sebarkan artikel ini

Teras News — Rabu, 21 Mei 1998, di Istana Merdeka, Jakarta, sejarah Republik Indonesia berbelok tajam. Bacharuddin Jusuf Habibie mengucapkan sumpah jabatan sebagai Presiden RI ketiga tepat setelah Soeharto secara resmi menyatakan berhenti dari kursi kepresidenan yang ia duduki selama 32 tahun.

Pergantian kekuasaan itu berlangsung di tengah tekanan luar biasa dari gelombang demonstrasi mahasiswa yang berbulan-bulan mengguncang hampir seluruh kota besar Indonesia. Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, menuntut Soeharto turun. Pada hari yang sama, tuntutan itu terpenuhi.

Habibie Langsung Ambil Sumpah Setelah Soeharto Mundur

Mekanisme konstitusional berjalan otomatis. Begitu Soeharto menyatakan berhenti, Habibie selaku Wakil Presiden saat itu langsung naik menggantikan posisi RI-1. Tidak ada jeda, tidak ada pemilihan ulang. Itulah yang diatur konstitusi ketika jabatan presiden kosong di tengah jalan.

Habibie menjadi presiden ketiga Indonesia, menggantikan Soeharto yang telah berkuasa sejak 1967. Usia kepresidenan Habibie terbilang singkat, namun masa transisi yang ia pimpin kelak dicatat sebagai salah satu periode paling krusial dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Latar Reformasi yang Memaksa Perubahan

Krisis moneter Asia 1997-1998 menjadi pemantik. Rupiah runtuh, harga kebutuhan pokok melonjak, dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Orde Baru habis terkikis. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turun ke jalan sejak awal 1998, dan puncaknya terjadi pada Mei—ketika kerusuhan besar melanda Jakarta dan sejumlah kota lain.

Peristiwa 21 Mei 1998 kemudian dikenal sebagai penanda berakhirnya era Orde Baru dan dimulainya Reformasi, babak baru tata kelola pemerintahan Indonesia yang lebih terbuka. Setiap tahun, tanggal ini diperingati sebagai Hari Reformasi.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman