Teras News — Jakarta, Kamis (2026) — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat pengembangan teknologi perkeretaapian nasional, mencakup tiga bidang riset sekaligus: sosial kelembagaan, penumpang, dan lingkungan. Kepala BRIN Arif Satria mengungkap arah riset ini di Jakarta, Kamis.
“Paling tidak, ada tiga riset yang ada, yang pertama adalah riset aspek sosial kelembagaan. Kemudian kedua riset penumpang, dan yang ketiga berkaitan dengan lingkungan,” kata Arif.
Jembatan Kereta Tua Jadi Perhatian, BRIN Siapkan Sistem Pemantauan Struktur
Bukan cuma soal gerbong dan mesin. BRIN juga mengerjakan sistem pemantauan kesehatan struktur (structural health monitoring system) khusus untuk jembatan kereta api. Alasannya sederhana: banyak jembatan kereta api di Indonesia sudah berusia tua dan butuh pengawasan lebih ketat.
Baca Juga:
Di sisi material, BRIN tengah mengembangkan bantalan rel berbasis karet yang sudah melalui serangkaian pengujian teknis. Inovasi ini diharapkan mendongkrak stabilitas dan keselamatan operasional kereta.
Arif menyebut peningkatan kemampuan engineering nasional, baik pada mesin maupun gerbong kereta, menjadi prioritas. Menurutnya, pengalaman negara lain membuktikan bahwa investasi di bidang engineering mempercepat penguasaan teknologi secara nyata.
“Ini bisa menjadi salah satu aspek bagi rencana kita untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur maupun industri kereta api,” ujar Arif Satria.
Presiden Prabowo Arahkan Jaringan Rel Meluas ke Luar Jawa
Pengembangan perkeretaapian tak berhenti di Jawa. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan jaringan rel kini diprioritaskan untuk Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
“Visi besar Bapak Presiden, kita ingin memastikan Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi tidak tertinggal terlalu jauh. Dengan membangun jaringan kereta api yang terintegrasi, kita bisa menekan biaya logistik secara signifikan dan meningkatkan daya saing,” tutur AHY.
Dari sisi tata kelola, BRIN turut mengkaji manajemen dan integrasi sistem transportasi perkotaan. Peran ini menempatkan BRIN sebagai pendukung teknis bagi pemerintah, BUMN, dan industri perkeretaapian nasional.
Dilansir dari laporan Antara.
Editor: Ratna Dewi