Teras News — Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menunjuk lebih banyak wakil ketua di Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Ponorogo agar roda organisasi tidak bergantung pada satu orang. Penunjukan itu resmi ditetapkan dalam musyawarah cabang (muscab) pada 20 Mei lalu.
Kebijakan itu ia tegaskan kembali saat memimpin rapat koordinasi dan pengarahan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) di Pringgitan, rumah dinas bupati Ponorogo, Selasa (9/6/2026). Sebagai Plt Bupati, Lisdyarita otomatis mengemban jabatan Ketua Mabicab, yang bertugas memberikan bimbingan moral, organisatoris, material, hingga finansial kepada Kwarcab.
Lisdyarita: Pramuka Ponorogo Harus Relevan, Bukan Sekadar Rutinitas
Perempuan yang akrab disapa Bunda Lis itu menegaskan gerakan Pramuka harus bergerak lebih terarah dan efektif. Bukan sekadar menjalankan program tahunan, tapi benar-benar relevan dengan kebutuhan dan tantangan generasi muda saat ini.
Baca Juga:
“Supaya roda organisasi berjalan lebih kolektif dan tidak bergantung pada satu figur tertentu,” kata Bunda Lis di hadapan pengurus Kwarcab.
Ia juga meminta pengurus yang baru terbentuk segera menyamakan persepsi dalam menjalankan program kerja. Kekompakan lintas sektor ia sebut sebagai kunci. “Jaga kekompakan, bangun kerja sama yang solid, saling mendukung, saling menguatkan dan mengingatkan, saling mengisi, serta saling berbenah diri,” ungkapnya.
Target: Pertahankan Prestasi dari Regional hingga Internasional
Bunda Lis tidak sekadar bicara soal struktur. Ia memasang target agar Kwarcab Pramuka Ponorogo mampu mempertahankan berbagai prestasi yang sudah diraih di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.
Pramuka dinilai punya peran konkret dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kegiatan kepramukaan di Ponorogo harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang disiplin, mandiri, tangguh, dan peduli lingkungan sekitar.
Dengan kepengurusan baru yang mulai aktif pascamuscab Mei lalu, publik Ponorogo kini menunggu program-program nyata yang dihasilkan Kwarcab di bawah dorongan Bunda Lis tersebut.
Editor: Surya Dharma