Berita

Cicil Emas BSI Tembus Rp 16,93 Triliun, Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat dalam Setahun

14
×

Cicil Emas BSI Tembus Rp 16,93 Triliun, Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat dalam Setahun

Sebarkan artikel ini

Teras News — Layanan cicil emas BSI tumbuh hampir dua kali lipat hanya dalam satu tahun. Hingga April 2026, realisasi cicil emas Bank Syariah Indonesia mencapai Rp 16,93 triliun, tumbuh 97,90 persen secara year on year. Lonjakan itu datang dari semua kelompok usia, mulai generasi Z hingga baby boomers.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyebut daya tarik emas sebagai instrumen investasi syariah yang dianggap aman menjadi faktor utama lonjakan tersebut. “Potensi inilah yang kami garap untuk memperluas jangkauan nasabah emas BSI,” kata Anton dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Dari Biaya Sekolah hingga Persiapan Nikah, Emas Jadi Pilihan

BSI menawarkan cicil emas logam mulia dalam beragam ukuran, mulai dari 5 gram hingga 100 gram. Nasabah bisa memilih sendiri jangka waktu dan besaran angsuran sesuai kemampuan. Produk yang tersedia mencakup emas logam mulia ANTAM dan BSI Gold.

Anton menjelaskan, emas kini tidak lagi sekadar simpanan. Banyak nasabah memanfaatkannya untuk kebutuhan spesifik. “Emas bisa jadi aset untuk kebutuhan mendesak maupun jangka panjang seperti biaya sekolah, pergi haji, maupun buat anak-anak muda persiapan pernikahan,” ujarnya.

Fleksibilitas itulah yang membuat produk ini diminati lintas generasi. Bagi kelompok muda, cicil emas menjadi cara bertahap untuk memiliki aset fisik tanpa harus menyiapkan dana besar sekaligus. Bagi yang lebih senior, emas menjadi instrumen lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang.

BSI Serap Lebih dari 60 Persen Penjualan Emas ANTAM ke Pihak Berelasi

Untuk menopang pertumbuhan itu, BSI mengandalkan kemitraan jangka panjang dengan ANTAM. Kerja sama keduanya sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Selama 2025, BSI menyerap lebih dari 60 persen porsi penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi, atau sekitar 11 persen dari total keseluruhan penjualan emas ANTAM.

BSI kini berstatus sebagai Bank Bulion, yaitu bank yang memiliki izin khusus untuk menjalankan kegiatan usaha terkait emas secara menyeluruh. Status ini memperkuat posisi BSI dalam ekosistem emas nasional.

Kolaborasi BSI dan ANTAM kini diperluas. Keduanya sepakat menggarap perdagangan emas fisik logam mulia melalui akses digital, memperkuat distribusi ritel, serta menggenjot program literasi dan edukasi investasi emas kepada masyarakat luas.

Dengan pertumbuhan yang belum menunjukkan tanda melambat, BSI menargetkan ekspansi lebih luas dari sinergi yang sudah terbangun bersama ANTAM, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi investasi.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Arif Budiman