Otomotif

Solar Non Subsidi Makin Mahal, Fortuner dan Pajero Sport Bekas di WTC Mangga Dua Tetap Laris Rp 400-500 Jutaan

14
×

Solar Non Subsidi Makin Mahal, Fortuner dan Pajero Sport Bekas di WTC Mangga Dua Tetap Laris Rp 400-500 Jutaan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kenaikan harga BBM solar non subsidi belum menggeser minat pembeli mobil diesel bekas. Di WTC Mangga Dua, Jakarta, Toyota Fortuner, Innova Reborn diesel, dan Mitsubishi Pajero Sport masih ramai dicari dengan banderol Rp 400 jutaan hingga Rp 500 jutaan.

Para pedagang di pusat jual beli kendaraan bekas itu mengakui penjualan dua model utama, Fortuner dan Pajero Sport, berjalan normal meski tekanan harga bahan bakar terus naik. Permintaan datang terutama dari luar Jawa, termasuk kawasan pertambangan dan daerah dengan medan jalan yang berat.

Pajero Sport Paling Banyak Dicari karena Tangki Lebih Besar

Di antara keduanya, Pajero Sport unggul dalam jumlah peminat. Tono, salah satu pedagang di WTC Mangga Dua, menjelaskan alasannya sederhana: kapasitas tangki dan efisiensi bahan bakar.

“Kalau dibanding Fortuner sama Pajero, yang masih banyak dicari ya Pajero, karena kapasitas tangki lebih besar dari Fortuner, lebih irit juga,” kata Tono.

Ground clearance 218 mm yang dimiliki kedua mobil itu juga jadi nilai jual tersendiri. Tono menyebut di Papua, Fortuner dan Pajero bahkan dipakai sebagai kendaraan taksi karena kemampuannya menerjang medan sulit.

“Kalau di Papua, banyak taksi pakai Fortuner dan Pajero, apalagi daerah pertambangan, pasti pakainya ya 2 mobil itu,” ujarnya.

Teknologi Mesin Jepang Dianggap Lebih Fleksibel untuk Biosolar

Satu keunggulan lain yang disebut pedagang: mesin diesel Jepang milik Toyota dan Mitsubishi dianggap lebih toleran terhadap biosolar dibanding merek lain. Biosolar adalah campuran solar dengan bahan bakar nabati yang kini banyak beredar di pasaran.

“Sebenarnya Pajero dan Fortuner itu bisa saja pakai biosolar, karena teknologinya bisa diakali. Beda seperti mungkin Hyundai Palisade, karena teknologi Korea Selatan itu rada sensitif,” ungkap Tono.

Faktor suku cadang turut memperkuat posisi dua model ini. Julian, pedagang lain di lokasi yang sama, menyebut kemudahan mendapatkan suku cadang Toyota dan Mitsubishi menjadi pertimbangan utama pembeli.

“Suku cadang sih lebih kenapa masih banyak yang cari Fortuner dan Pajero, karena yang kita tahu, Toyota dan Mitsubishi cukup mudah suku cadangnya, mungkin itu alasannya kenapa 2 mobil itu masih banyak yang cari meski harga solar non subsidi makin mahal,” tutur Julian.

Harga Bekas Rp 400-500 Jutaan Masih Masuk Akal bagi Segmen Menengah Atas

Dari sisi harga, rentang Rp 400 jutaan hingga Rp 500 jutaan dinilai masih kompetitif. Julian menyebut segmen pembeli kedua mobil ini umumnya dari kalangan menengah ke atas yang memprioritaskan kemampuan jelajah ketimbang efisiensi biaya bahan bakar.

“Ya masih Rp400 jutaan, Rp500 jutaan, bagi kelas menengah ke atas yang enggak mau ribet melibas jalanan ya pasti masih milih 2 mobil itu,” terangnya.

Kemampuan melibas berbagai jenis medan, dari jalan berlumpur hingga aspal rata, membuat permintaan kedua model ini relatif stabil. “Ya kita tahu, Fortuner dan Pajero kan bisa jalan di semua jalanan, bisa yang berlumpur, bisa juga yang biasa-biasa saja, jadi tetap masih ada yang cari,” kata Julian.

Dengan kenaikan harga solar non subsidi yang terus berlanjut, segmen mobil diesel bekas memang menghadapi tekanan. Namun di WTC Mangga Dua, dua model andalan Toyota dan Mitsubishi itu tampak belum tergoyahkan, setidaknya untuk saat ini.

Penulis: Dian Permata
Editor: Arif Budiman