Internasional

Rusia Tegaskan Tak Akan Hengkang dari OPEC+ Meski UEA Memilih Keluar

12
×

Rusia Tegaskan Tak Akan Hengkang dari OPEC+ Meski UEA Memilih Keluar

Sebarkan artikel ini

Teras News — Keputusan Uni Emirat Arab hengkang dari OPEC+ tidak menggoyahkan posisi Rusia. Pemerintah Moskow memastikan tetap bertahan dalam aliansi produsen minyak global itu, menolak mengikuti langkah UEA yang memutuskan keluar dari organisasi tersebut.

Kepastian ini muncul di tengah gejolak internal OPEC+, koalisi yang menghimpun negara-negara penghasil minyak dari kelompok OPEC dan mitra non-anggota, termasuk Rusia. Keluarnya UEA menimbulkan pertanyaan soal keutuhan aliansi yang selama ini menjadi penentu utama kebijakan produksi minyak dunia.

Rusia Pilih Bertahan di Tengah Gonjang-Ganjing Aliansi

Posisi Rusia sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia membuat keputusannya untuk tetap berada di dalam OPEC+ punya bobot tersendiri. Bersama Arab Saudi, Rusia selama ini menjadi motor penggerak kebijakan pemangkasan produksi yang kerap mempengaruhi harga minyak di pasar internasional.

UEA, sebaliknya, memilih jalan berbeda. Negara Teluk itu memutuskan keluar dari blok tersebut, meski alasan resmi keluarnya belum dijabarkan secara rinci dalam laporan yang dipublikasikan Sindonews.

OPEC+ dan Pengaruhnya terhadap Pasar Energi Global

OPEC+ terbentuk dari penggabungan 13 anggota inti OPEC dengan sejumlah negara produsen minyak besar di luar kartel, termasuk Rusia, Kazakhstan, dan Azerbaijan. Koalisi ini secara kolektif menguasai sebagian besar pasokan minyak mentah dunia dan kerap menggunakan kebijakan kuota produksi sebagai instrumen untuk menstabilkan harga.

Ketika satu anggota besar memilih mundur, pasar energi global biasanya bereaksi cepat. Ketidakpastian soal arah produksi kelompok ini dapat mendorong volatilitas harga minyak, yang pada akhirnya berdampak pada harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Indonesia sebagai negara importir minyak.

Dengan Rusia menegaskan posisinya untuk tetap bergabung, kesinambungan kebijakan produksi OPEC+ setidaknya tidak sepenuhnya terancam dalam jangka pendek. Namun, kepergian UEA tetap menjadi ujian bagi soliditas koalisi yang beberapa kali sebelumnya diwarnai ketegangan antara anggota soal batas kuota produksi masing-masing.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Surya Dharma