Internasional

Setelah 309 Hari Bertugas, Kapal Induk Nuklir USS Gerald R. Ford Ditarik Pulang dari Kawasan Timur Tengah

9
×

Setelah 309 Hari Bertugas, Kapal Induk Nuklir USS Gerald R. Ford Ditarik Pulang dari Kawasan Timur Tengah

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah berkurang signifikan setelah kapal induk bertenaga nuklir USS Gerald R. Ford dijadwalkan kembali ke Amerika Serikat usai menjalani penugasan selama 309 hari.

Kapal induk kelas Ford ini merupakan salah satu aset tempur terbesar yang pernah dikerahkan AS ke kawasan tersebut. Selama hampir sepuluh bulan beroperasi, kehadirannya menjadi bagian dari respons militer Washington terhadap ketegangan yang memuncak di Timur Tengah, termasuk ancaman dari Iran.

309 Hari Penugasan, Kini Berlayar Pulang

USS Gerald R. Ford kini berlayar meninggalkan zona penugasannya setelah 309 hari dikerahkan. Penarikan ini menandai berakhirnya salah satu misi tempur terpanjang kapal induk AS dalam beberapa tahun terakhir.

Kapal ini bukan kapal sembarangan. USS Gerald R. Ford adalah kapal induk terbesar dan tercanggih di armada Angkatan Laut AS, dengan bobot lebih dari 100.000 ton dan mampu mengangkut sekitar 75 pesawat tempur. Kapal senilai sekitar 13 miliar dolar AS ini pertama kali mulai beroperasi aktif pada 2017 dan menjadi kapal induk pertama dari kelasnya.

Konteks Penugasan di Tengah Ketegangan Iran

Pengerahan USS Gerald R. Ford ke kawasan Timur Tengah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Keberadaan kapal induk sekelas ini di kawasan perairan strategis berfungsi sebagai kekuatan pencegah sekaligus proyeksi kekuatan militer AS di wilayah yang bergolak.

Penarikan kapal ini kini memunculkan pertanyaan soal postur militer AS di kawasan tersebut ke depannya, terutama apakah Washington akan segera mengirim pengganti atau memilih pendekatan yang berbeda dalam menghadapi dinamika keamanan di Timur Tengah.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi