Berita

Tiga Saham Prajogo Pangestu Kompak Rontok Setelah Dicoret dari Indeks MSCI Global Standard

8
×

Tiga Saham Prajogo Pangestu Kompak Rontok Setelah Dicoret dari Indeks MSCI Global Standard

Sebarkan artikel ini

Teras News — Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu langsung tertekan pada Kamis (14/5/2025) setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) memangkas sejumlah emiten dari MSCI Global Standard Index. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) serentak mencatatkan koreksi tajam sejak sesi pembukaan perdagangan.

TPIA, BREN, dan CUAN Tergelincir Bersamaan

Ketiga emiten itu punya benang merah yang sama: ketiganya berada di bawah naungan Prajogo Pangestu, salah satu taipan terkaya Indonesia. TPIA bergerak di sektor petrokimia, BREN fokus pada energi terbarukan, sedangkan CUAN bergelut di bidang pertambangan batu bara kokas. Koreksi terjadi serempak begitu pasar dibuka.

Pencoretan dari MSCI Global Standard Index bukan perkara kecil bagi sebuah saham. Indeks ini menjadi acuan utama fund manager dan investor institusional global dalam mengalokasikan portofolio mereka ke pasar berkembang, termasuk Indonesia. Ketika sebuah saham keluar dari indeks, manajer investasi yang mereplikasi komposisi MSCI secara otomatis harus melepas kepemilikan di saham tersebut, sehingga tekanan jual biasanya langsung terasa.

Efek Domino Keluarnya Saham dari Indeks Global

Dalam praktik pasar modal global, rebalancing indeks MSCI dilakukan secara berkala dan selalu memicu pergerakan harga yang signifikan. Dana-dana pasif (passive fund) yang mengelola triliunan dolar aset di seluruh dunia umumnya wajib menyesuaikan portofolio mereka mengikuti perubahan komposisi indeks. Artinya, saham yang baru masuk indeks cenderung naik karena diburu, sedangkan saham yang dikeluarkan menghadapi gelombang penjualan.

Tekanan pada TPIA, BREN, dan CUAN di sesi perdagangan Kamis pagi mencerminkan dinamika itu. Koreksi terjadi cepat, bahkan sebelum sesi pertama berakhir, seperti dilaporkan CNBC Indonesia.

Portofolio saham Prajogo memang tengah jadi perhatian pasar sejak beberapa bulan terakhir. Lonjakan harga saham-sahamnya yang dramatis pada tahun-tahun sebelumnya membuat kapitalisasi pasarnya membengkak, tetapi juga menarik pengawasan lebih ketat dari pelaku pasar soal valuasi dan likuiditas. Keluarnya tiga emiten sekaligus dari indeks bergengsi ini menambah tekanan baru yang harus dihadapi para pemegang saham.

Pasar kini menunggu apakah koreksi ini berhenti di level teknikal tertentu atau berlanjut lebih dalam seiring keluarnya dana-dana asing yang menyesuaikan posisi mereka pasca-rebalancing MSCI.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Arif Budiman