Teras News — Pasokan bahan baku plastik dalam negeri sempat tertekan akibat ketatnya persaingan antarnegara memperebutkan nafta dari kawasan Timur Tengah. Kini pemerintah memastikan kiriman pertama akan datang dari arah yang berbeda: Amerika Serikat, dijadwalkan tiba pertengahan Mei 2026.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengumumkan kepastian itu di Jakarta, Rabu (30/4). Ia menjelaskan bahwa kedatangan nafta, biji plastik utama yang dibutuhkan sektor manufaktur, merupakan tindak lanjut langsung dari laporan keterbatasan pasokan yang disampaikan pelaku industri kepada pemerintah.
“Pertengahan Mei sampai ya, nanti saya update lagi ya,” kata Budi.
Baca Juga:
India dan Afrika Sempat Dilirik sebagai Sumber Alternatif
Sebelum kepastian ini, Kementerian Perdagangan menjajaki beberapa negara pemasok pengganti. India dan Afrika masuk dalam daftar kandidat alternatif ketika jalur pasokan dari Timur Tengah mulai terganggu.
“Dari Amerika (asal impor). Kemudian kemarin cari solusinya dari India sama Afrika, tapi yang pertengahan Mei itu, ya dari Amerika,” ujar Budi.
Kondisi global memang mempersulit pengadaan nafta dari Timur Tengah. Jalur pengapalan menjadi lebih panjang, sementara persaingan antarnegara untuk mendapatkan komoditas itu kian ketat. Nafta sendiri merupakan bahan baku petrokimia yang diolah menjadi biji plastik, bahan dasar berbagai produk industri mulai dari kemasan hingga peralatan rumah tangga.
Kementerian Buka Akses ke Pemasok Baru di Luar Negeri
Kementerian Perdagangan menggerakkan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara untuk membuka akses ke pemasok bahan baku plastik yang baru. Koordinasi dengan pelaku industri dalam negeri juga terus berjalan.
Pemerintah sebelumnya membebaskan bea masuk untuk impor bahan baku plastik guna meringankan beban industri di tengah tekanan rantai pasok global. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya menjaga agar lini produksi manufaktur tidak berhenti.
Budi menegaskan, impor dilakukan secara terukur dan tidak menghentikan dorongan pemerintah untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Keduanya berjalan bersamaan.
Kementerian Perdagangan berjanji terus memperbarui informasi soal realisasi impor maupun perkembangan pasokan bahan baku plastik dalam waktu mendatang. Publik dan pelaku industri kini menunggu konfirmasi realisasi kedatangan nafta dari Amerika Serikat pada pertengahan Mei.
Editor: Arif Budiman