Teknologi

3.800 Robotaxi Waymo Ditarik dari Jalan AS, Sistem Gagal Baca Banjir di Texas

8
×

3.800 Robotaxi Waymo Ditarik dari Jalan AS, Sistem Gagal Baca Banjir di Texas

Sebarkan artikel ini

Teras News — Rabu (13/5/2026), perusahaan kendaraan otonom asal Amerika Serikat, Waymo, menarik sekitar 3.800 unit robotaxi dari seluruh jaringan operasionalnya di AS. Penarikan massal ini dipicu oleh temuan kerentanan sistem yang membuat kendaraan tanpa sopir tersebut berpotensi menerobos jalanan tergenang banjir, khususnya di ruas jalan dengan batas kecepatan tinggi.

Insiden San Antonio Jadi Pemicu Penarikan 3.800 Unit

Semuanya bermula dari satu kejadian di San Antonio, Texas, pada 20 April lalu. Satu unit robotaxi Waymo melaju masuk ke jalur yang terendam banjir di tengah cuaca ekstrem. Kendaraan itu tidak membawa penumpang, dan tidak ada korban luka. Namun kejadian itu memaksa Waymo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan sistemnya membaca kondisi jalan saat hujan deras.

Waymo kemudian merespons dengan pembaruan perangkat lunak dan pembatasan operasional. “Kami sedang berupaya menerapkan pengamanan perangkat lunak tambahan dan telah menerapkan mitigasi, termasuk menyempurnakan operasi cuaca ekstrem kami selama periode hujan lebat, membatasi akses ke area di mana banjir bandang mungkin terjadi,” kata Waymo dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Reuters.

Waymo juga memperbarui sistem pemetaan untuk mencegah kejadian serupa. Cakupan operasional robotaxi untuk sementara dipersempit, terutama saat kondisi cuaca memburuk.

NHTSA Masuk, Waymo Hadapi Tiga Investigasi Sekaligus

Regulator keselamatan jalan raya AS, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), membenarkan bahwa Waymo telah mempersempit operasi robotaxi guna memperkuat batasan terkait cuaca ekstrem.

Namun penarikan ribuan unit ini bukan satu-satunya masalah yang membayangi Waymo saat ini. NHTSA juga masih menjalankan investigasi terpisah atas insiden pada Januari lalu, ketika salah satu kendaraan otonom Waymo menabrak seorang anak di dekat sebuah sekolah dasar di Santa Monica, California. Insiden itu menyebabkan luka ringan.

Masalah bertambah ketika pada Maret lalu, National Transportation Safety Board (NTSB) mengungkap penyelidikan atas kasus berbeda. Dalam insiden itu, sebuah kendaraan Waymo melewati bus sekolah yang sedang berhenti dengan lampu peringatan menyala di Texas, sebuah pelanggaran hukum yang berlaku di negara bagian tersebut.

Tiga kasus dalam rentang waktu kurang dari lima bulan kini menempatkan Waymo di bawah tekanan pengawasan yang semakin ketat dari dua lembaga federal sekaligus.

Robotaxi Waymo dan Tantangan Teknologi di Cuaca Buruk

Waymo mengoperasikan armada robotaxi berbasis kecerdasan buatan yang mengandalkan kombinasi sensor LiDAR, kamera, dan radar untuk mengenali lingkungan sekitar tanpa bantuan pengemudi manusia. Keterbatasan sistem dalam membaca kondisi banjir secara real-time menjadi celah yang kini tengah diperbaiki perusahaan.

Dengan total 3.800 unit yang terdampak penarikan ini, Waymo menghadapi ujian besar terhadap kepercayaan publik dan regulator sebelum armada robotaxi-nya bisa kembali beroperasi penuh di jalan-jalan Amerika Serikat.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma