Teras News — Di tengah ketegangan geopolitik global yang terus meningkat, pengamat militer Selamat Ginting menyerukan agar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia tampil lebih kuat. Jika kondisi di lapangan diplomatik tidak membaik, Ginting bahkan menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan pergantian Menteri Luar Negeri.
Selamat Ginting: Kemlu Harus Kuat Hadapi Tekanan Global
Ginting menilai situasi geopolitik saat ini tidak memberi ruang bagi diplomasi yang lamban atau setengah hati. Kemlu, menurutnya, harus menjadi garda terdepan yang responsif dan tegas dalam merespons dinamika internasional yang bergerak cepat.
Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Ketegangan antara kekuatan besar dunia, dari rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok hingga konflik bersenjata di berbagai kawasan, menempatkan negara-negara berkembang seperti Indonesia pada posisi yang membutuhkan navigasi diplomatik yang cermat.
Baca Juga:
Ginting secara eksplisit menyebut bahwa jika kekuatan Kemlu dinilai belum memadai, Presiden Prabowo perlu mengambil tindakan tegas, termasuk opsi mengganti menteri yang memimpin lembaga itu.
Pergantian Menlu Masuk dalam Opsi yang Diusulkan
Usulan pergantian Menlu dari seorang pengamat militer terbilang tidak lazim, namun Ginting tampaknya ingin menekankan betapa krusialnya peran Kemlu di saat seperti ini. Tekanan eksternal yang datang dari berbagai penjuru menuntut respons yang bukan sekadar normatif.
Indonesia selama ini menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif. Dalam konteks geopolitik yang memanas, prinsip itu membutuhkan eksekusi yang lebih aktif dari sebelumnya — bukan pasif menunggu perkembangan.
Dilansir dari laporan Sindonews.
Editor: Arif Budiman