Berita

Puluhan Perempuan Bertugas di Satpol PP Ponorogo: Dari Penjinakan Ular Berbisa hingga Penertiban Reklame Liar

17
×

Puluhan Perempuan Bertugas di Satpol PP Ponorogo: Dari Penjinakan Ular Berbisa hingga Penertiban Reklame Liar

Sebarkan artikel ini

Teras News — Puluhan perempuan tercatat aktif bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ponorogo, menyebar di berbagai bidang mulai penegakan peraturan daerah, ketertiban umum, perlindungan masyarakat, hingga unit pemadam kebakaran. Keberadaan mereka mencuat ke publik bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Senin (21/4).

Satu-satunya Perempuan di Unit Damkar, Berani Tangani Ular Berbisa

Susana bukan nama yang asing di kalangan petugas pemadam kebakaran Ponorogo. Ia satu-satunya perempuan di unit damkar, bergabung sejak 2022. Yang membuatnya makin dikenal: kemampuan khusus menjinakkan ular berbisa.

“Banyak yang heran kok ada petugas damkar perempuan. Apalagi kalau saya turun tangan menangkap ular berbisa,” ungkap Susana. Setiap kali petugas damkar Ponorogo terjun memadamkan kebakaran atau mengevakuasi hewan liar, kehadiran Susana kerap mencuri perhatian warga sekitar.

Ia punya pesan khusus untuk para ibu yang menghadapi situasi darurat. Singkat, tapi tegas. “Ibu-ibu harus tenang dan harus kuat. Setelah itu, lakukan sesuatu untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Petugas Perempuan yang Berani Hukum Rekannya Sendiri dengan Push-up

Mistrianingsih mengemban jabatan Petugas Tindak Internal (PTI) di Satpol PP Ponorogo. Tugasnya bukan menghadapi warga di lapangan, melainkan mengawasi kedisiplinan sesama anggota satuan dari dalam.

“Menindak anggota yang melanggar, memastikan kedisiplinan seragam, hingga ketepatan waktu kerja,” jelas Mistrianingsih merinci ruang lingkup kerjanya. Perempuan yang sebelumnya menjabat sekretaris Desa Pengkol itu bahkan tak segan menjatuhkan hukuman push-up kepada rekan sesama anggota yang kedapatan melanggar aturan disiplin.

Bagi Mistrianingsih, ketegasan bukan pilihan. “Satpol PP memang harus tegas. Kalau tidak, penegakan aturan akan sulit berjalan,” terangnya. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kehadiran perempuan di satuan ini justru punya nilai tambah tersendiri saat situasi membutuhkan pendekatan persuasif. “Tetap mengedepankan sisi kemanusiaan saat bertugas di lapangan,” ujarnya.

Reklame Liar di Pohon dan Rambu Lalu Lintas Jadi Sasaran Penertiban

Sella Destanilova rutin turun ke jalan. Tugasnya di bidang penegakan perda membawanya berhadapan langsung dengan para pelanggar aturan reklame, termasuk mereka yang memasang iklan di pohon atau rambu lalu lintas.

Selain menertibkan, Sella aktif memberikan edukasi kepada masyarakat soal tata cara pemasangan reklame yang sesuai aturan. “Agar tidak kami bredel, termasuk larangan memasang reklame di pohon atau rambu lalu lintas,” tegasnya.

Garda Awal Penanganan Aduan: dari Pengemis hingga ODGJ

Olivia dari bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat menjadi pintu pertama bagi warga yang melaporkan gangguan di lingkungan mereka. Laporan yang masuk beragam: pengemis, pengamen, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Kami menerima laporan masyarakat dan meneruskannya ke regu yang bertugas. Untuk penanganan ODGJ, biasanya berkoordinasi dengan rumah sakit,” ucap Olivia.

Dilansir dari laporan Teras News.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Surya Dharma